Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Margolembo dan Kawasan Industri Jadi Pilihan Lokasi Pembangunan Pabrik Beras Modern, Investasinya Rp 3 Triliun Lebih


					Penandatanganan MoU pembangunan pabrik beras modern di HUT Lutim, (19/05/25) Perbesar

Penandatanganan MoU pembangunan pabrik beras modern di HUT Lutim, (19/05/25)

Kolomdata.id — Penandatanganan kerjasama pembangunan pabrik beras modern antara Pemkab Lutim dengan investor sudah dilakukan. Sisa menentukan lokasi pembangunan pabrik.

 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur memberikan tiga lokasi. Masing-masing, kebun hortikultura dinas pertanian, kemudian di Margolembo, dan di Kawasan Industri (Desa Pasi-pasi, red)

 

Dari tiga tempat ini, CV. Menata Citra Selaras (MCS) selaku pihak ketiga yang berinvestasi membangun pabrik beras modern di daerah berjulukan Bumi Bantara, lebih tertarik dengan lokasi di Margolembo, Mangkutana, dan lokasi di Kawasan Industri. Sementara kebun hortikultura milik dinas pertanian hampir dipastikan tak jadi pilihan.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun pabrik sekitar 20 hektare. Sementara kebun hortikultura hanya 10 hektare.

 

“Ada tambahan lahan 14 hektare di kebun hortikultura kami, hanya saja lahannya berpisah. Kemungkinan besar lokasi pabriknya di Margolembo dan Kawasan Industri,” kata Amrullah kepada kolomdata.id melalui sambungan WhatsApp, Rabu, (21/05/25).

 

Kawasan Industri bebernya, berpotensi menjadi pilihan terakhir. Sebab, sangat dekat dengan pelabuhan waru-waru. “Lokasi ini lebih menguntungkan. Bisa menekan biaya angkut. Tapi nanti dilihat putusan akhirnya. Bisa saja lokasinya di Margolembo,” ungkapnya.

 

Pabrik beras modern yang diproduksi ini akan diekspor. Semua berasnya berkualitas premium. Pabrik gilingannya, bisa memproduksi 100 ton gabah per hari. Namun, jika pabrik yang dibangun berkapasitas 500 ton per hari, maka gabah dari Kabupaten Luwu Utara bisa saja dibeli.

 

“Nilai investasinya sekitar Rp 3 triliun lebih. Dan beras premium yang dihasilkan akan diekspor. Artinya, tidak menggangu 16 Perpadi yang sudah ada,” imbuhnya.

 

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Muchtar menambahkan, kapasitas produksi yang akan dibangun akan dimulai dari 100 ton per hari. “Investor sanggup 500 ton, tapi ini harus bertahap melihat ketersediaan bahan baku,” katanya.

 

Muchtar mengaku masih melakukan pendampingan untuk menentukan lokasi pembangunan pabrik. Namun, dua lokasi yakni, kawasan industri dan Margolembo jadi pilihan. “Ini secepatnya. Sisa diajukan ke pimpinan (Bupati,red) yang mana disetujui,” imbuhnya. (*)

 

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News