Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Mengenal Andi Wina, Doktor Pertama di Bidang Ilmu Komunikasi Sepak Bola


					Andi Widya Warsa Syadzwina, saat menjalani sidang promosi doktor di bidang ilmu komunikasi olahraga sepak bola, di kampus Pascasarjana Unha. Perbesar

Andi Widya Warsa Syadzwina, saat menjalani sidang promosi doktor di bidang ilmu komunikasi olahraga sepak bola, di kampus Pascasarjana Unha.

Kolomdata.id – Bagi insan sepak bola Indonesia, nama Andi Widya Warsa Syadzwina tentu sudah tidak asing.

Karirnya sudah malang melintang di dunia kulit bundar, khususnya bersama klub sepak bola tertua di Indonesia, PSM Makassar.

Bersama tim Ayam Jantan dari Timur, dia pernah mengemban banyak tugas. Mulai dari media officer, sekretaris tim, hingga manajer tim.

Di tengah dominasi laki-laki, dia bahkan pernah menjadi satu-satunya media officer perempuan. Ini tidak mudah, tetapi semuanya sukses dilalui dengan baik.

Karirnya tidak berhenti di klub. Di federasi, dia menjadi bagian dari pengurus Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI).

Wina juga merupakan pihak yang terlibat aktif dalam penyelenggara Piala Dunia U17 lalu di Jakarta.

Dalam hal komunikasi, dia pernah menjadi public relation di berbagai korporasi nasional. Seperti GMTD, GTC, dan masih banyak lagi.

Kemampuannya di bidang komunikasi dan pengalaman di dunia sepak bola itu disatukan. Diteliti, dikaji, kemudian dijadikan temuan baru dalam bentuk disertasi.

“Komunikasi dan Olahraga : Studi Manajemen Komunikasi Liga Sepakbola Indonesia di Era Digital”. Itu judul disertasi yang mengantarkan dirinya meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin.

Ini juga menempatkan dirinya sebagai perempuan pertama di Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor di bidang ilmu komunikasi sepak bola.

Wina membeberkan tiga alasan utama penelitiannya. Pertama, komunikasi telah menjadi bagian penting dari olahraga di Indonesia, khususnya sepak bola di era industri yang serba digital saat ini.

Kedua, sepak bola bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi peristiwa komunikasi dan soft diplomasi.

Ketiga, masyarakat Indonesia sangat antusia terhadap sepak bola. Namun prestasi belum optimal dibanding Jepang, Korea Selatan, atau negara Asia Barat lainnya.

Oleh karena itu, disertasi ini menganalisis tata kelola liga sepak bola Indonesia dari perspektif manajemen komunikasi. Tujuannya, mendongkrak daya saing sepak bola Indonesia.

“Kami melihat sepak bola ini penting. Belum banyak peneliti yang melakukan riset terhadap komunikasi olahraga. Padahal, sepak bola sangat penting diteliti, khususnya dalam hal komunikasinya,” ungkapnya.

Wina secara khusus mengangkat tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu bukti kelemahan komunikasi liga di Indonesia.

“Suporter adalah hal penting dalam dunia sepak bola. Tanpa suporter sepak bola adalah hal yang hampa. Terlebih, semangat pesepakbola itu salah satunya berkat dukungan dari suporter,” tegasnya.

Dia menyebut, tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu, berdasarkan laporan Tim Kedokteran Polisi, ada 135 korban nyawa dan melukai lebih dari 500 orang lainnya.

Wina mengaku, berdasarkan hasil data temuannya, jumlah korban jiwa adalah 250 jiwa. “Jumlah temuan berdasarkan data dari informan kami adalah 250 korban jiwa,” ungkapnya.

Menurutnya, tragedi itu menunjukkan lemahnya koordinasi dan minimnya komunikasi krisis antara panitia penyelenggara dan petugas keamanan. (*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News