Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Pembayaran Uang Lembur Petugas Kebersihan Belum Tuntas, DLH Masih Berutang 


					Petugas Kebersihan antri untuk menerima uang lembur dari UPTD DLH Kabupaten Luwu Timur, Selasa, (22/07/25) Perbesar

Petugas Kebersihan antri untuk menerima uang lembur dari UPTD DLH Kabupaten Luwu Timur, Selasa, (22/07/25)

Kolomdata.id — Pembayaran uang lembur petugas kebersihan belum tuntas. Masih ada tunggakan Rp 13 Juta. Akan dibayar September.

 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur, Yusri mengatakan, jumlah uang lembur masih kurang. Masih ada utang. Sisanya, dibayar setelah pembahasan APBD Perubahan.

 

“Tadi kami sudah bayar sekitar Rp 30 juta. Masih kurang. Kekurangannya ini akan dibayar pada bulan September,” kata Yusri melalui panggilan WhatsApp, Selasa, (22/07/25).

 

Yusri bilang, masalah pembayaran uang lembur tak muncul kalau saja petugas kebersihan tak menuntut dibayar penuh. Karena sudah akan dibayar berdasarkan ketersediaan anggaran.

 

“Coba mau itu hari dibayar setengah saja dulu, sudah selesai. Tapi sudahlah, ini sudah terbayar. Sisanya menunggu perubahan,” imbuhnya.

 

Kepala UPTD Sampah DLH Kabupaten Luwu Timur, Darius mengatakan, pembayaran uang lembur petugas kebersihan sudah dilakukan. Namun, pembayarannya tidak penuh. Karena uang tak cukup.

 

“Ada 98 orang petugas kebersihan yang kita bayarkan uang lemburnya. Semuanya dapat. Hanya saja, tidak terbayar penuh. Misalnya, jam kerjanya 10 jam, yang kita bayar hanya 8 jam dulu. Nanti sisanya kita bayar setelah ada uang dari APBD Perubahan,” kata Darius melalui sambungan telepon WhatsApp.

 

Terkait masalah keterlambatan pembayaran ungkapnya, memang ada kendala teknis. Dia mengaku, perhitungan jam kerja petugas kebersihan dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai ada petugas yang kerja lebih namun yang tercatat sedikit.

 

“Misalnya A, lemburnya 10 jam. Jangan sampai kurang jamnya. Kasihan kalau itu terjadi. Apalagi mereka sudah cape dilapangan. Tentu sangat merugikan mereka,” ungkapnya.

 

Katanya, uang lembur masih kurang sekitar Rp 13 jutaan. “Uang ini dibagi nanti ke 98 orang. Jadi nanti itu ada yang terima sekitar Rp 50 ribu, ada Rp 40 ribu. Yah sesuai jam kerja yang belum terbayar,” Imbuhnya. (*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News