Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Warga Tolak Pembangunan Markas Yon TP 872 Andi Djemma, Begini Respon Dandim 1403/Palopo


					Personel TNI temui warga di lokasi lahan pembangunan Markas Yon TP Perbesar

Personel TNI temui warga di lokasi lahan pembangunan Markas Yon TP

Kolomdata.id — Rencana pembangunan Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 872 Andi Djemma, di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mendapatkan penolakan dari masyarakat setempat.

 

Penolakan pembangunan markas Yon TP tersebut, dikarenakan sebagai warga merasa lahan yang di hibahkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan merupakan lahan miliknya yang telah dikelola secara turun-temurun.

 

Aksi penolakan yang awalnya berjalan damai dan kondusif tiba-tiba berakhir ricuh saat sebagian warga mencoba menghadang alat berat dan melakukan provokasi serta mencoba memukul petugas pengamanan di lokasi.

 

Menanggapi hal tersebut, Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, mengatakan, aksi yang dilakukan masyarakat masih berjalan aman dan dapat terkendali. Namun setelah beristirahat, sebagian warga mulai merangsek masuk dan mencoba menahan alat berat.

 

Ditambah lagi sambungnya, ada sebagian massa yang mencoba memprovokasi sehingga aksi kejar-kejaran terjadi.

 

” Situasinya tegang karena ada sebagian massa yang mencoba memprovokasi dengan merangsek masuk menahan alat berat serta mengancam petugas pengamanan dengan sajam dan bahkan memukuli anggota terlebih dahulu” kata Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro.

 

Lebih lanjut, Windra Sukma Prihantoro mengungkapkan, jika proses pengerjaan tetap dilanjutkan dengan mengedepankan langka persuasif.

 

” Pembangunan tetap berlanjut. Pembukaan lahan sudah berjalan dan akan diteruskan sesuai tahapan dan metode persuasif tentunya,” Jelasnya.

 

Dirinya juga menegaskan jika kedepannya masyarakat akan menempuh jalur hukum terkait permalasahan lahan ini pihaknya sangat merespon baik, karena lahan yang akan dibanguni Yon TP 872 tersebut hibah Pemprov Sulsel kepada TNI AD.

 

” Kita dukung upaya masyarakat ketika akan menempuh jalur hukum, karena yang kami ketahui jika lahan ini merupakan hibah dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan kita mempunyai legal standing yang kuat yakini surat hibah dari pemerintah provinsi sendiri,” Imbuhnya. (rls/*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News