Situasi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memanas menyusul rencana pendirian Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 872 Andi Djemma di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili. Komandan Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menegaskan bahwa proyek pembangunan tetap berjalan meskipun diwarnai gejolak di lapangan.
Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menyatakan bahwa pengerjaan pembukaan lahan telah dimulai dan akan dilanjutkan sesuai tahapan yang ada dengan mengutamakan pendekatan persuasif. Ia menekankan bahwa metode tersebut menjadi prioritas dalam menyelesaikan setiap hambatan yang muncul di lokasi proyek.
Penolakan yang terjadi berawal dari unjuk rasa yang tertib, namun kemudian berubah menjadi kericuhan. Sekelompok warga berupaya menghentikan operasional alat berat, melakukan provokasi, dan bahkan berusaha menyerang personel keamanan yang bertugas di area tersebut. Peristiwa ini memicu aksi saling kejar antara massa dan petugas di lokasi.
Menurut keterangan Dandim, situasi menjadi genting ketika sekelompok pendemo menerobos masuk untuk menghalangi alat berat, mengancam pengamanan dengan senjata tajam, dan melakukan pemukulan terhadap anggota lebih dulu. Ia mengakui bahwa ketegangan sempat terjadi, namun kondisi secara keseluruhan masih bisa dikendalikan.
Inti permasalahan yang mendasari penolakan ini berkaitan dengan status tanah. Sebagian warga mengklaim bahwa lahan yang akan digunakan untuk markas tersebut merupakan tanah milik mereka yang telah digarap secara turun-temurun. Di sisi lain, lahan tersebut resmi dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada TNI Angkatan Darat.
Menanggapi rencana warga yang ingin membawa persoalan ini ke ranah hukum, pihak TNI menyambut baik langkah tersebut. Windra Sukma Prihantoro menjelaskan bahwa institusinya mendukung upaya penyelesaian secara legal, karena pihaknya memiliki dasar hukum yang kuat berupa surat hibah resmi dari pemerintah provinsi. Ia menambahkan bahwa segala proses pembangunan akan tetap berlanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Tinggalkan Balasan