Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

Begini Kronologi Insiden Pelemparan Gelas Kopi di Ruang Banggar DPRD Lutim 

badge-check


					Anggota DPRD Lutim Badawi Alwi (pegang mic) saat reses perseorangan beberapa waktu lalu. Perbesar

Anggota DPRD Lutim Badawi Alwi (pegang mic) saat reses perseorangan beberapa waktu lalu.

Kolomdata.id — Suara tumbukan terdengar di ruang Banggar DPRD Lutim. Sekitar dua atau tiga kali terdengar. Cukup keras. Selasa, (19/08/25).

 

Suara tumbukan itu buatan. Anggota DPRD Lutim, Badawi Alwi melempar gelas kopinya ke lantai. Keributan terjadi. Adu mulut hingga nyaris adu jotos.

 

“Jadi memang keributan yang terjadi antara anggota dewan. Bukan dengan Kepala Puskesmas,” kata Badawi Alwi kepada Kolomdata.id.

 

Badawi masih ingat betul. Saat rapat Banggar bersama Kepala Dinas dengan Kepala Puskesmas (Kapus), pembahasannya adalah retribusi. Dimana, retribusi ini tak dilakukan lagi oleh Puskesmas lantaran adanya pernyataan Bupati untuk menggratiskan.

 

“Dari hasil rapat ini kami dari Fraksi Golkar meminta agar dibuatkan rekomendasi agar Perda dan Perbup tentang Retribusi ini diubah. Karena retribusi itu ada target puluhan juta. Jangan sampai ini jadi temuan,” ungkap Badawi.

 

Menurutnya, selama Perda dan Perbup belum berubah, maka pengenaan tarif retribusi harus tetap berjalan. Namun, Anggota DPRD Lutim Fraksi NasDem, Muh Iwan berbeda pendapat dengan Badawi dan Fraksi Golkar.

 

“Pendapatnya (Muh Iwan, red) itu bikin kami tersinggung. Seolah-oleh kami menyerang Kapus. Ini lembaga DPRD. Lembaga politis,” jelas Badawi.

 

Karena tersinggung dengan pernyataan Muh Iwan, makanya insiden gelas kopi pecah terjadi. Gelas dilempar ke lantai. (*)

 

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal