Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

RSUD I Lagaligo Gagal Tangani Pasien Ibu Hamil, Janin yang Sehat Justru Membusuk di Dalam Kandungan

badge-check


					Pasien ibu hamil di RSUD I Lagaligo yang kehilangan jabang bayinya. Perbesar

Pasien ibu hamil di RSUD I Lagaligo yang kehilangan jabang bayinya.

Kolomdata.id — Setelah pasien epilepsi ditolak tiga kali di RSUD I Lagaligo, kini muncul kasus baru. Pasien ibu hamil, kehilangan jabang bayinya. Tidak selamat, justru membusuk di dalam kandungan.

 

Padahal, bayi berusia tiga bulan di dalam perut Herlina sehat-sehat saja. Karena sempat mengalami pendarahan, warga Dusun Benteng, Desa Tampinna, kecamatan Angkona, Luwu Timur akhirnya dirujuk ke RSUD I Lagaligo.

 

Dokter yang menangani Herlina di RSUD I Lagaligo menyebut, janin Herlina baik-baik saja. Ibu hamil berusia 30 tahun ini mendapat perawatan medis selama 10 hari. Pendarahannya masih terjadi, tapi dokter memintanya pulang. Rawat jalan.

 

Di rumah, kondisi Herlina memburuk. Keluarganya membawanya lagi ke RSUD I Lagaligo. Herlina dirawat inap selama tujuh hari. Belum juga sembuh, sudah dimintai pulang lagi.

 

Keluarga Herlina minta untuk tidak dipulangkan. Namun pihak rumah sakit disebut tetap memulangkan pasien. Herlina terus diberikan obat penguat kandungan. Tapi pendarahan tak kunjung berhenti.

 

“Iya betul. Tapi yang tahu persis itu Selvi. Dia yang temani terus Herlina. Saya jarang pergi lihat karena anak-anak sekolah. Saya cuman dapat kabar lewat chat pribadi, begitu katanya,” kata Hilda salah satu keluarga pasien saat dihubungi kolomdata.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa, (02/09/2025).

 

Dia bilang, kondisi Hilda memang seperti berita yang beredar. Setelah dipulangkan kedua kalinya dari RSUD I Lagaligo, Herlina mengalami pendarahan lagi di rumahnya. Darahnya mengeluarkan bau kurang sedap. Sangat menyengat.

 

Herlina tak ke RSUD I Lagaligo lagi. Ia bersama keluarganya berobat ke dokter praktek di Kecamatan Tomoni. Disana ketahuan, jika janinnya sudah membusuk. Ia dan keluarganya menangis histeris.

 

Senin malam, (01/09/25) Herlina beserta keluarganya ke RSUD I Lagaligo. Terjadi keributan. Keluarga Herlina menuntut. Karena janin di dalam kandungan Herlina ternyata sudah tiada.

 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD I Lagaligo dr Irfan mengatakan, masalah ini sedang ditangani. Pasien sedang menjalani perawatan medis.

 

“Sekarang kami lagi rapat untuk konfirmasi. Termasuk keluarga pasien. Nanti kami kasi keterangan setelah ini,” kata dr Irfan singkat melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa, (02/09/2025).

 

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengaku sedang mengecek kebenaran yang terjadi di RSUD I Lagaligo. Jika betul demikian, ia tak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas.

 

“Saya sudah telepon direktur RS. Jadi katanya, rumah sakit berusaha pertahankan pasien. Mamanya ngotot minta pulang. Makanya dikasi obat. Tiga hari kemudian. Pasien pergi berobat di dokter praktek. Ternyata janinnya sudah tidak selamat,” kata Irwan Bachri Syam kepada kolomdata.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa, (02/09/25).

 

Meski begitu bebernya, pemeriksaan akan tetap dilakukan. Hal ini untuk mengetahui secara detail kebenarannya. “Saya kalau salah, ya salah. Pasti saya tindaki kalau memang salah. Ini demi masyarakat Luwu Timur,” ungkapnya.

 

Sekarang benernya, pasien ada di RSUD I Lagaligo untuk ditangani. Dia meminta, pasien mendapatkan perawatan serius dari pihak RSUD. (*)

 

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal