Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

Ekonomi

Ekonomi Sulsel Triwulan III Tumbuh, Capai 5,01 Persen


					Ekonomi Sulsel Triwulan III Tumbuh, Capai 5,01 Persen Perbesar

Kolomdata.id – Bank Indonesia (BI) resmi merilis pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan pada triwulan III 2025.

Kondisinya tumbuh tipis di angka 5,01% pada triwulan III. Hal ini mengalami kenaikan dari triwulan II di angka 4,94%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulsel dari sisi pengeluaran didukung konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMBT).

Sementara dari sektor usaha, pertumbuhan didukung oleh sektor pertanian, perdagangan, dan pengadaan juga konstruksi.

“Konsumsi rumah tangga didukung konsumsi makan minum dan kesehatan serta pendidikan. Kalau PMBT didukung pengadaan barang dan pengadaan semen,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Dari sisi lapangan usaha, pertanian meningkat berkat produksi padi dan jagung yang tinggi.

Kemudian perdagangan ditopang distribusi dan pengadaan yang tinggi, didukung sub sektor makan minum.

Sulsel juga mencatat inflasi diangka 0,10%, di bawah target indikatif di angka 0,29%.

”Kita tahu harga emas belakangan naik sampai 54 persen. Beras juga sama, naik karena terlambatnya penyaluran SPHP,” jelasnya.

Ke depan BI akan mengoptimalkan sektor pertanian, karena menjadi sektor pendorong ekonomi Sulsel.

“Rekomendasi kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya pertanian, lewat optimalisasi produktivitas lahan, kita perluas jaringan irigasi dan mekanisasi alat pertanian,” jelasnya.

Pemberian insentif untuk petani juga akan diberikan. Termasuk replanting kakao melalui bibit unggul dan pemetaan lahan potensial. (*)