Bank Indonesia mencatat kinerja perekonomian Sulawesi Selatan pada periode Juli hingga September 2025 mengalami ekspansi sebesar 5,01 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan perbaikan jika dibandingkan capaian pada triwulan sebelumnya yang berada di level 4,94 persen. Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa dari sisi belanja, roda ekonomi digerakkan oleh pengeluaran rumah tangga serta investasi pada aset tetap.
Rizki menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat terutama ditopang oleh pembelian makanan dan minuman, layanan kesehatan, serta sektor pendidikan. Sementara itu, investasi pada aset tetap didorong oleh pengadaan berbagai barang dan juga material semen. Dari sisi produksi, sektor pertanian menjadi kontributor utama berkat melimpahnya hasil panen padi dan jagung. Aktivitas perdagangan juga ikut menggeliat karena distribusi barang yang lancar dan permintaan yang kuat pada subsektor makanan dan minuman.
Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur dan gedung turut mendukung pertumbuhan pada kuartal tersebut. Mengenai laju harga, Sulsel mencatatkan inflasi yang cukup rendah, yakni hanya 0,10 persen. Realisasi ini jauh lebih kecil dari target indikatif yang ditetapkan sebesar 0,29 persen. Rizki mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas yang mencapai 54 persen dan komoditas beras turut memengaruhi dinamika inflasi di daerah tersebut. Keterlambatan dalam penyaluran bantuan pangan dari pemerintah juga menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga beras.
Ke depan, pihak Bank Indonesia berencana memfokuskan perhatian pada pengembangan sektor pertanian yang dinilai sebagai mesin penggerak utama ekonomi regional. Sejumlah langkah strategis direkomendasikan, termasuk meningkatkan produktivitas lahan melalui perbaikan saluran irigasi dan penggunaan alat-alat pertanian modern. Selain itu, pemerintah daerah juga disarankan memberikan insentif kepada para petani. Upaya lain yang tak kalah penting adalah melakukan peremajaan tanaman kakao dengan memakai bibit unggul serta melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang berpotensi untuk dikembangkan.

Tinggalkan Balasan