Makassar — Sebanyak 50 nasabah PNM Mekaar yang berstatus pelaku usaha ultra mikro kini diharapkan memiliki pemahaman baru mengenai pentingnya asuransi, setelah mengikuti sesi edukasi yang digelar di Hotel Ibis Style Kota Makassar pada Rabu, 13 Mei 2026. Acara ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi strategis antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) yang telah dirancang untuk berlangsung di berbagai penjuru negeri sepanjang tahun ini.

Yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana para peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu pejuang ekonomi keluarga, diajak untuk memahami bahwa asuransi bukan lagi barang mahal yang sulit dijangkau. Justru, dengan premi yang sangat ringan, mereka bisa mendapatkan jaring pengaman finansial tanpa harus mengganggu modal usaha yang dimiliki. Narasumber dari BRINS memaparkan bahwa risiko seperti kecelakaan, kebakaran, atau musibah lain dapat terjadi kapan saja dan berpotensi memutus kelangsungan usaha, sehingga perlindungan menjadi kebutuhan dasar, bukan sekadar pelengkap.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mengombinasikan pemaparan materi, diskusi dua arah, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar asuransi, cara mengelola risiko keuangan, hingga manfaat spesifik dari produk asuransi mikro seperti Kredit Usaha Rakyat (KTU) dan Rumahku. Tidak hanya itu, peserta juga diedukasi mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai pemegang polis, agar kelak dapat memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.

Wakil Pemimpin Cabang PNM Makassar, Sugiarto, menegaskan lewat kegiatan ini perusahaannya berkomitmen mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi nasabah ultra mikro, terutama ibu-ibu Mekaar. Ia berharap para nasabah tidak hanya mampu mengembangkan sayap usaha, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melindungi keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan keluarganya dari segala kemungkinan buruk di masa depan. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang asuransi akan membuat para pelaku usaha lebih tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Di sisi lain, Branch Manager BRI Insurance Kantor Cabang Makassar, Asniar Asnawi, mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas antusiasme peserta yang hadir sore itu. Ia menyebut bahwa kehadiran BRINS bersama PNM bukan sekadar menjalankan kewajiban program, melainkan sebuah misi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi pelaku usaha mikro di Indonesia. Ia menambahkan, setiap tetes keringat yang dikeluarkan para ibu nasabah Mekaar harus mendapat perlindungan yang layak, sehingga usaha yang mereka bangun tidak mudah runtuh hanya karena satu kejadian tak terduga.

Asniar juga memaparkan visi jangka panjang dari program edukasi ini, yakni menciptakan ekosistem di mana seluruh nasabah PNM Mekaar memiliki kesadaran berasuransi yang tinggi. Ia ingin proteksi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari manajemen keuangan rumah tangga dan usaha mereka. Dengan begitu, para nasabah merasa aman dan dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya, tanpa dibayangi kekhawatiran berlebihan terhadap risiko yang bisa saja menghampiri.

Selain memberikan rasa aman, program literasi ini pun dirancang untuk mendorong usaha para peserta naik kelas. Rasa aman yang timbul dari perlindungan asuransi diyakini menjadi modal bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan berekspansi. Asniar berharap sinergi yang terjalin dalam kelompok BRI ini dapat melahirkan pelaku usaha mikro yang lebih tangguh dan siap melompat ke level ekonomi yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya turut mendorong pemerataan ekonomi dan penguatan sektor UMKM di seluruh pelosok negeri.

Lebih lanjut, Sugiarto menambahkan bahwa literasi asuransi merupakan upaya penting yang harus terus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban dalam menggunakan produk asuransi. Harapannya, dengan tingkat literasi yang mumpuni, masyarakat tidak akan salah pilih produk dan bisa memaksimalkan perlindungan yang mereka miliki. Melalui kolaborasi yang terus dipelihara, PNM dan BRINS berjanji akan menghadirkan lebih banyak lagi program edukatif dan pemberdayaan yang berdampak nyata bagi peningkatan literasi keuangan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, para peserta juga diingatkan bahwa asuransi mikro yang ditawarkan memiliki premi sangat terjangkau, sehingga bisa menjadi solusi proteksi tanpa mengganggu likuiditas modal usaha. Dengan perlindungan yang aktif, risiko usaha yang mungkin terjadi dapat diminimalisir, dan para nasabah bisa menjalankan usahanya dengan lebih tenang serta berkelanjutan. Program ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen nyata untuk memastikan bahwa ketika risiko datang, usaha para nasabah tidak harus berhenti dan kesejahteraan keluarga tetap terjaga.