Sorowako menjadi saksi bagaimana para pelaku usaha skala lokal berupaya mencari celah di tengah ketatnya kompetisi industri yang kian mengglobal. Dalam sebuah pertemuan yang digelar seusai perayaan Idulfitri, terungkap sejumlah gagasan strategis yang dinilai krusial untuk menjaga eksistensi mereka. Lebih dari dua dekade perjalanan organisasi pengusaha di daerah ini menjadi bukti bahwa adaptasi dan kebersamaan adalah kunci utama bertahan di tengah gempuran pemain-pemain besar dari luar. Kegiatan yang berlangsung di Heal Cafe, Sorowako, pada Rabu (22/4/2026) itu pun menjadi panggung bagi lahirnya berbagai pemikiran tentang masa depan ekonomi lokal, yang selama ini kerap terpinggirkan oleh dominasi perusahaan berskala nasional.

Masih adanya peluang besar justru menjadi angin segar di tengah himpitan tersebut. Salah satu yang paling disorot adalah mega proyek Matano Belt Road, yakni pembangunan jalur yang melintasi kawasan Danau Matano. Para pengusaha lokal diminta untuk tidak ragu mengambil bagian dalam proyek tersebut. Selain itu, kehadiran IHIP juga dinilai sebagai pintu masuk yang sangat potensial bagi kemajuan usaha masyarakat setempat. Hal ini disampaikan oleh Penasihat HIPSO, Andi Hikmat, yang menegaskan bahwa momen seperti ini seharusnya menjadi titik tolak untuk bangkit, bukan justru tenggelam dalam keterpurukan.

Semangat kebersamaan dianggap sebagai tameng paling ampuh untuk menghadapi serbuan pelaku usaha dari luar daerah. Ajang silaturahmi semacam ini dinilai bukan sekadar acara seremonial, melainkan fondasi kokoh untuk membangun kekuatan kolektif. Menurut Andi Hikmat, para pengusaha lokal harus berani mengambil peran sebagai aktor utama dalam proses pembangunan, bukan sekadar penonton yang hanya bisa menonton dari kejauhan. Harapannya, mereka mampu berjalan maju dan berdiri tegar, meskipun kondisi lapangan kerap kali terasa berat untuk sekadar melangkahkan kaki.

Pendapat senada datang dari Penasihat HIPSO lainnya, Anhar Siarabuna. Dia menekankan bahwa kerja sama antar berbagai asosiasi harus terus dipadatkan. Hanya dengan persatuan yang solid, pengusaha lokal dapat memiliki daya tawar dan kekuatan yang memadai. Anhar mengingatkan bahwa tujuan akhir dari organisasi ini adalah kemaslahatan bagi banyak orang, sehingga sinergi antar elemen tidak boleh terputus. Dirinya yang telah menyaksikan pasang surut organisasi selama 24 tahun terakhir menegaskan bahwa kemampuan untuk bertahan hidup sangat ditentukan oleh proses regenerasi yang berjalan berkesinambungan.

Perjalanan panjang HIPSO memang tidak bisa dipisahkan dari sosok-sosok yang pernah memimpinnya. Nama-nama seperti Umar Ranggo, Masud Magani, Andi Dudding, Andi Baso Makmur, hingga Anhar sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah organisasi tersebut. Pengalaman ini mengajarkan bahwa rasa saling melengkapi antar anggota adalah sebuah keharusan. Kolaborasi menjadi kata kunci yang tak bisa ditawar lagi jika ingin terus eksis dan berkembang.

Dari sudut pandang tokoh masyarakat Towuti, Usman Sadik, kegiatan halalbihalal ini merupakan langkah progresif dalam merajut kembali tali silaturahmi antar pengusaha. Jalinan komunikasi yang baik diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya antar sesama pengusaha, tetapi juga dengan pemerintah daerah serta DPRD. Dia menyoroti kondisi transaksi ekonomi yang terjadi di luar wilayah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai cukup memprihatinkan. Padahal, potensi ekonomi di daerah sendiri masih sangat besar dan belum dikelola secara maksimal. Oleh karena itu, peran pengusaha lokal dalam rantai ekonomi harus diperbesar. Hal ini dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dukungan juga datang dari jajaran legislatif. Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap peran aktif yang ditunjukkan oleh para pengusaha lokal. Dirinya menyoroti besarnya peluang yang ada di kawasan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah saat ini tengah merancang Ranperda yang secara khusus mengatur tentang perlindungan bagi tenaga kerja dan pengusaha lokal. Keberadaan regulasi ini diharapkan mampu menjadi payung hukum yang memberikan rasa aman dan keadilan bagi semua pihak. Jihadin juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia usaha, sekaligus mengingatkan agar sifat egosentris antar pengusaha segera dihilangkan demi tujuan yang lebih besar.

Sementara itu, Ketua HIPSO, Iwan Usman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para pengusaha serta perwakilan dari unsur pemerintah dan DPRD pada acara tersebut. Menurutnya, berbagai saran dan masukan yang mengalir dalam forum itu sangat berharga sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi tantangan yang ada. Dia mengakui bahwa perjalanan lebih dari dua dekade organisasinya tidaklah mudah, penuh dengan dinamika yang menguji kesolidan. Peningkatan intensitas komunikasi dengan pemerintah daerah dan upaya menjaga hubungan baik dengan PT Vale menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan.

Forum halalbihalal ini pada akhirnya bukan sekadar pertemuan tahunan biasa. Ia menjelma menjadi ruang strategis untuk memetakan langkah bersama, merumuskan strategi, dan menyatukan visi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pengusaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, optimisme untuk meningkatkan daya saing dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah pun semakin menguat. Momentum kebersamaan ini diharapkan menjadi energi baru bagi pengusaha lokal untuk tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga menciptakan terobosan yang mampu mengangkat derajat ekonomi masyarakat di Luwu Timur.