Kolomdata.id — Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dinamika, PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (KITLT) akhirnya menyatakan kesiapannya untuk beroperasi. Hal ini ditandai dengan langkah nyata berupa penurunan tim legal ke lokasi pembangunan kawasan industri. Yang menarik, progres ini dinilai mengejutkan publik Luwu Timur karena membuktikan bahwa anak-anak lokal setempat mampu mengelola bisnis pertambangan berkelas dunia. Kehadiran tim tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari rangkaian survei awal yang bertujuan menentukan titik penempatan kawasan industri yang tepat dan layak secara teknis.

Sayyid Fadhil selaku Head Engineering KITLT menjelaskan bahwa survei pendahuluan ini menjadi langkah krusial dalam menyusun kajian teknis, terutama terkait kontur tanah. Menurutnya, pihaknya sebenarnya sudah memiliki site plan awal, namun survei tetap harus dilakukan. Kebutuhan lahan untuk tahap pertama diperkirakan mencapai 500 hektar, dengan potensi pengembangan hingga seribuan hektar di masa mendatang. Ia menambahkan bahwa timnya akan melakukan pengeboran terlebih dahulu untuk mempelajari karakteristik tanah secara mendalam. Hasil dari pengeboran ini akan menentukan kekuatan tanah sebelum konstruksi dimulai, dan bisa saja berujung pada revisi site plan awal jika hasil kajian teknisnya berbeda dari perkiraan sebelumnya.

Muh Hatta, Konsultan Investor KITLT, menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri ini tidak hanya berfokus pada fasilitas produksi semata. Fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, fasilitas umum, perumahan, hingga penataan sistem pengolahan limbah dan program pemberdayaan masyarakat harus menjadi bagian dari kajian teknis yang detail. Ia menekankan pentingnya merekayasa keseimbangan pembangunan antara area di dalam dan di luar kawasan agar tidak terjadi kesenjangan. Menurutnya, jangan sampai kawasan industri tampak megah sementara wilayah di sekitarnya terbengkalai atau kumuh — ini sudah menjadi perhatian serius pihaknya sejak awal.

Mengenai waktu penyusunan kajian teknis, Muh Hatta memastikan bahwa prosesnya tidak akan berlangsung lama karena tahapan-tahapannya sudah disusun dengan matang. Jika nantinya terjadi deviasi atau penyimpangan dari rencana, pihaknya berupaya agar perubahannya tidak terlalu besar. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan investor sudah siap, dan kehadiran KITLT merupakan panggilan hati nurani putra lokal Luwu Timur. Perjalanan perusahaan hingga sampai di titik sekarang ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, dan pihaknya berkomitmen untuk membuktikan bahwa sumber daya dan potensi anak lokal mampu memajukan daerah melalui investasi ini.

Muh Hatta menutup dengan menegaskan bahwa perusahaannya sudah memastikan diri siap beroperasi tanpa harus bersinggungan dengan perusahaan tambang lain yang sudah ada. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kemandirian KITLT dalam menjalankan roda bisnisnya. Usai melakukan peninjauan di titik pembangunan kawasan industri, tim yang beranggotakan Muh Hatta, Agus Nasrul selaku Direktur Operasional, Sayyid Fadhil, Andi Nasrul sebagai Deputi External, serta Ikhsan Syam dari Tim Komisaris juga menyempatkan diri untuk memantau lokasi pembangunan Jetty yang berada tepat di sebelah Jetty milik PT CLM. Kunjungan ini dilakukan pada Senin (27/04/2026) dan menjadi bukti konkret bahwa seluruh lini manajemen KITLT turun langsung ke lapangan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.