Kolomdata.id — Jakarta – Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kasus keracunan ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya terungkap. Pemeriksaan menemukan tiga jenis bakteri pada sampel makanan yang disajikan kepada para pelajar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampel nasi positif mengandung bakteri Bacillus cereus, sampel ikan dencis positif mengandung Staphylococcus aureus, dan sampel buah melon positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli). Sampel muntahan salah seorang siswi juga dinyatakan positif mengandung Staphylococcus aureus.
Kasus ini bermula saat ratusan siswa di sejumlah sekolah di Berastagi mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan dan menjadi sorotan publik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat serta mencopot kepala SPPG untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Temuan bakteri dalam sampel menu MBG ini pun menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan pangan bagi para siswa, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program di daerah.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan