Kolomdata.id — Lombok Tengah – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama akan memulai balapan utama Moto3 GP Indonesia dari posisi ketujuh. Balapan tersebut digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026), dengan jadwal start pukul 11.00 WIB atau 12.00 WITA. Posisi itu dipastikan setelah sesi kualifikasi Q2 sehari sebelumnya.

Pembalap tim Honda Team Asia tersebut mencatatkan waktu terbaik satu menit 37,24 detik pada lap terakhir Q2. Sepanjang sesi, ia sempat menembus posisi lima besar sebelum persaingan di kelompok depan membuat urutannya berubah. Waktu catatan itu akhirnya menempatkannya di baris ketiga grid start, atau tepat di posisi ketujuh.

Start terdepan atau pole position ditempati pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, dengan waktu satu menit 36,86 detik. Uriarte bertahan dari tekanan sejumlah rival dan mencatatkan pole ketiga sepanjang musim ini. Di belakangnya menyusul David Almansa dengan selisih 0,087 detik, lalu Alvaro Carpe yang tertinggal 0,243 detik dari catatan tercepat.

Urutan berikutnya diisi Adrian Fernandez dengan selisih 0,317 detik, Guido Pini yang berjarak 0,342 detik, dan Maximo Quiles dengan selisih 0,355 detik. Veda Ega tercatat tertinggal 0,385 detik dari Uriarte. Posisi kedelapan dan kesembilan masing-masing ditempati Mateo Bertelle dan Adrian Cruces dengan selisih 0,545 dan 0,642 detik.

Panitia menetapkan rangkaian balapan kelas utama berlangsung pada Minggu. Balapan Moto3 dijadwalkan lebih dulu, disusul Moto2 pada pukul 12.15 WIB, sebelum kelas MotoGP tampil pada pukul 14.00 WIB. Rangkaian MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika sendiri berlangsung sejak 9 hingga 11 Oktober, mencakup sesi latihan bebas, kualifikasi, sprint race, dan balapan utama.

Posisi start ketujuh dinilai memberi peluang bagi Veda untuk terlibat dalam persaingan kelompok depan. Modal itu cukup penting karena pembalap muda Indonesia tersebut sebelumnya mencatatkan hasil podium pada seri Moto3 di Brasil. Pada sesi latihan bebas Moto3 Mandalika, ia sempat berada di urutan ke-18 sebelum memperbaiki penampilan dan finis ke-12 sehingga lolos langsung ke Q2.

Sesi kualifikasi di Mandalika berlangsung dalam kondisi cuaca panas yang menjadi tantangan tersendiri. Salah satu rival Veda, David Almansa, sebelumnya menyebut suhu tinggi di sirkuit sebagai beban berat bagi para pebalap ketika menjalani sesi latihan bebas pada Jumat (9/10/2026). Kondisi lintasan semacam itu menuntut kesiapan fisik serta pengaturan strategi ban yang tepat sepanjang balapan.

Seri Mandalika juga menjadi penentu bagi rival-rival Veda dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 2026. Maximo Quiles disebut berpeluang menyegel gelar juara dunia pada balapan di Mandalika, namun tampil kurang maksimal pada sesi kualifikasi. Situasi itu membuat persaingan di klasemen tetap terbuka hingga balapan berjalan.

Bagi publik Indonesia, penampilan Veda di Sirkuit Mandalika menjadi sorotan tersendiri karena ia berlaga di hadapan pendukung sendiri. Hasil kualifikasi menjadi salah satu faktor penentu, namun panjang balapan yang menuntut konsistensi dan strategi tetap membuka peluang perubahan posisi. Kepastian hasil baru diketahui setelah bendera finis dikibarkan pada balapan siang ini.

Sumber: Fajar.co.id