
Kolomdata.id — Bukan PT IHIP. Tapi, PT kitlt yang paling siap membangun Kawasan Industri Malili. Kuasai 2.200 hektare lahan dengan nilai investasi Rp 200 triliun.
PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (kitlt) justru lebih dulu bergerak. Perusahaan ini menguasai lahan sekitar 2.200 hektare lebih di area Kawasan Industri Malili, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Batas lahan yang dikuasai PT kitlt mulai dipatok. Ada 91 patok yang akan dipasang. Pada pemasangan patok pertama, kitlt memilih patok bernomor 77. Lokasinya di pinggir jalan poros batas Sulawesi Tenggara. Tak jauh dari tempat wisata permandian Batu Minggoro.
Dewan Adat XII Kedatuan Luwu, Andi Suriadi, Kepala Desa Harapan, Kecamatan Malili, Mustakim, Perwakilan Anak Suku Adat, Mama Nurma Joni Patabi, beserta tokoh pemuda, perempuan, dan tokoh masyarakat Desa Harapan turut hadir. Mereka melakukan pemasangan patok nomor 77 bersama Komisaris Utama PT kitlt, Rano Arna Odenjar , Jumat (27/06/25).
Rano Arnajaya mengatakan, kitlt menyiapkan investasi kurang lebih Rp 200 triliun untuk membangun Kawasan Industri Malili. Dia berharap, masyarakat mendukung kehadiran kitlt.
“Kami hadir sebagai putra daerah yang mengelola sumber dayanya sendiri. Menata kelola sumber daya hilirisasi berkelanjutan serta menitikberatkan kepada pemberdayaan masyarakat lokal. Harga mati untuk pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Alumni Akpar Makassar ini usai memasang patok bernomor 77.

Rano, begitu dia disapa. Baginya, investasi di Kawasan Industri Malili salah satu ikhtiar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. Dan tentu, akan menjamin kelestarian lingkungan sebagai ruang hidup masyarakat sekitar kawasan industri.
“Tim manajemen kitlt representatif masyarakat lokal. Putra Lampia. Kita harus menjadi tuan rumah di tanah sendiri,” ungkap Rano penuh semangat.
Kepala Desa Harapan, Mustakim menyambut baik agenda kitlt sebagai perusahaan yang akan mengelola Kawasan Industri Malili. Sebab, kitlt merupakan representasi dari masyarakat lokal.
“Saatnya kita mendukung kegiatan ini, saya pribadi membantu dan mewakili masyarakat berharap kegiatan mudah-mudahan bisa terlaksana dan kalau ini berjalan pasti masyarakat yang mendapat perubahan ekonomi yang baik. Dan mengajak masyarakat mendukung kegiatan ini,” kata Mustakim saat memberikan sambutan.

Sementara Dewan adat XII Kedatuan Luwu, Andi Suriadi mengatakan, pengelolaan sumberdaya alam saatnya dikelola putra daerah. Maka, kedatuan siap membackup dan berharap kegiatan kitlt dapat terlaksana dengan baik.
“Kapan saatnya putra darah memimpin daerah. Kedatuan berada di tengah-tengah masyarakat dan kedatuan berharap kegiatan ini dapat terlaksana. Kedatuan siap membackup kegiatan ini,” kata Andi Suriadi.
Selain itu, ia meminta agar pihak perusahaan tidak merugikan masyarakat dan tidak mengambil hak rakyat. “Kalau ada tanah masyarakat, maka haknya harus diberikan,” ungkapnya. (*)



Tinggalkan Balasan