Kolomdata.id — Keprihatinan mendalam terhadap musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di kawasan Dermaga Sorowako, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, mendorong PT Gunung Verbek Karebbe (GVK) untuk bergerak cepat. Rasa empati itu diwujudkan dalam bentuk pengiriman material bantuan yang diberangkatkan dari Kecamatan Malili pada Rabu (27/08/25). Sebuah kendaraan roda empat jenis pickup digunakan untuk mengangkut logistik tersebut.
Isi muatan kendaraan tersebut meliputi beras, mi instan, air minum dalam kemasan, pakaian layak pakai, selimut, sarung, serta terpal. Keseluruhan barang tersebut ditujukan untuk meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat si jago merah. PT GVK merasa terpanggil untuk hadir di tengah kesulitan yang dialami oleh masyarakat setempat.
Penanggung jawab operasional lapangan PT GVK, Hermansyah, menyampaikan bahwa pihaknya turut merasakan kesedihan yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Sorowako. Menurutnya, dukungan moril maupun materil kepada para korban merupakan hal yang penting untuk segera diberikan. Ia menegaskan bahwa donasi yang disalurkan merupakan wujud solidaritas antarsesama manusia, dan meskipun nilainya tidak besar, diharapkan dapat memberikan manfaat serta meringankan penderitaan mereka yang tertimpa musibah.
Proses serah terima bantuan dilakukan di lokasi dan diterima langsung oleh perwakilan dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pengawalan ketat selama perjalanan dan penyerahan bantuan dilakukan oleh personel Kepolisian Resor Luwu Timur. Setelah resmi diterima, bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara langsung kepada warga yang rumahnya hangus dilalap api.
Saat proses pembongkaran muatan berlangsung, Hermansyah turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana pilu dan sedihnya kondisi para pengungsi yang kehilangan segalanya. Tatapan matanya tampak berkaca-kaca, tak kuasa menahan haru melihat warga yang harus kehilangan tempat berteduh dalam sekejap. Pemandangan itu semakin memperkuat tekadnya untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Peristiwa kebakaran hebat tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Api berkobar melahap deretan rumah warga dengan cepat dan baru berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 15.45 WITA. Amukan api yang ganas tersebut menyisakan puing-puing dan abu di lokasi kejadian.
Dampak dari kebakaran ini terbilang sangat besar. Sebanyak 46 unit rumah warga dilaporkan rata dengan tanah, hangus tidak tersisa. Sementara itu, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 200 jiwa, atau tepatnya sekitar ratusan orang. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mendapatkan angka pasti jumlah kerugian dan korban jiwa, yang hasilnya masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Tinggalkan Balasan