Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

Pemerintahan

Makassar Sekarang Punya Pete-Pete Laut, Solusi Transportasi Antar Pulau


					Makassar Sekarang Punya Pete-Pete Laut, Solusi Transportasi Antar Pulau Perbesar

Kolomdata.id – Kota Makassar kini sudah punya pete-pete laut. Ini menjadi solusi transportasi dari pulau kecil ke daratan kota.

Ini juga mempertegas, pemerataan pembangunan tidak lagi terpusat di daratan kota saja. Namun lebih adil hingga ke wilayah pulau terluar.

Pete-pete lautkini menjadi solusi konektivitas yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat pulau.

Ini bukan sekadar realisasi janji politik, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjembatani akses sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik bagi warga kepulauan Kota Makassar.

Kabid Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman menyampaikan, pete-pete laut akan beroperaso gratis, sebagai upaya percepatan pembangunan di wilayah 3T.

Rutenya akan melayani Pulau Lae-lae, Pulau Barrang Caddi,  dan Pulau Barrang Lompo. Juga empat pulau terluar lainya, yakni Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu.

“Program ini prioritas Wali Kota Makassar dan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di pulau. Karena itu, kapalnya sudah ada, siap beroperasi tahun ini,” ujar Jusman, Senin (22/12/2025).

Saat ini, Dishub Makassar telah menyiapkan satu unit kapal kayu bernama “KM Banawa Nusantara 27”, dengan kapasitas angkut sekitar 20 hingga 25 penumpang.

Rute pertama atau trip satu dirancang melayani jalur Pelabuhan Kayu Bangkoa ke Pulau Lae-lae, kemudian Pulau Kodingareng selanjutnya Pulau Barrang Caddi dan Pulau Barrang Lompo, lalu kembali ke Makassar.

“Trip pertama ini menjadi fokus uji coba awal karena jaraknya relatif dekat dan sesuai dengan kapasitas kapal. Rute ini direncanakan dapat beroperasi setiap hari,” jelasnya.

Sementara trip kedua rencananya menjangkau wilayah yang lebih jauh, yakni dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, hingga Pulau Bone Tambu, sebelum kembali ke Barrang Lompo dan Makassar.

“Karena kapasitas kapal masih terbatas, maka untuk sementara kami fokuskan pada track satu sebagai uji coba awal. Jadwal dan jam operasional masih tahap kajian, yang pasti kapal sudah ada, jika ada izin bisa jalan,” jelas dia. (*)

Baca Lainnya

Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu

7 Februari 2026 - 06:25 WITA

HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong 

6 Februari 2026 - 14:45 WITA

KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

6 Februari 2026 - 02:28 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Harumkan Nama Kabupaten Lutim, Dua Siswa SMP YPS Singkole Berpartisipasi Pada Ajang Bergengsi AYIMUN 20th di Malaysia

28 Januari 2026 - 14:11 WITA

Trending di Pemerintahan