Kolomdata.id – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto.
Anugerah ini diberikan atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.
Ini tentu menjadi simbol pengakuan negara atas andil besar Amran di sektor pertanian, khususnya dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional.
Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementan yang berhasil merumuskan kebijakan, juga memastikan implementasi nyata di lapangan.
Di bawah kepemimpinan Amran, sektor pertanian terus konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani.
Presiden Prabowo menegaskan, swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian dalam mengambil keputusan, dan konsisten dalam melaksanakan kebijakan di lapangan.
Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujarnya.
Presiden juga memuji dedikasi Amran, yang dinilai mampu bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.
“Beliau ini menteri yang tidurnya cuma 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga menegaskan, pemimpin sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.
“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas dia.
Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.
“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ucapnya.
Anugerah sumber daya alam Indonesia harus dikelola optimal melalui sektor pertanian, agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.
“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” tegas dia.
Amran sendiri menegaskan, Bintang Jasa Utama bukan pencapaian pribadinya, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.
“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” kata Amran. (*)






