Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan penghargaan tertinggi berupa Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pengakuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda nyata betapa strategisnya peran Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak global. Penganugerahan tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi dan kepemimpinan Amran yang dinilai berhasil mengawal kebijakan swasembada pangan dari tingkat perumusan hingga implementasi di lapangan.
Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa swasembada pangan harus dipahami sebagai kerja nyata di sawah dan ladang, bukan semata pencapaian statistik. Prabowo menekankan bahwa penghargaan ini merupakan wujud terima kasih negara atas pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Ia juga menyoroti komitmen luar biasa Amran yang disebutnya hanya tidur tiga sampai empat jam sehari, sebuah pengorbanan yang membuatnya prihatin sekaligus bangga. Prabowo bahkan melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang terus mencari-cari kesalahan sang menteri, seraya menegaskan bahwa mereka yang kuatlah yang mampu bertahan di tengah terpaan angin kencang menuju puncak.
Lebih jauh, Prabowo mengingatkan bahwa ukuran seorang pemimpin sejati terletak pada keberpihakannya kepada rakyat, keberanian membela keadilan, dan komitmen membela kelompok yang lemah. Ia mengutip pepatah tentang gajah yang meninggalkan gading dan harimau yang meninggalkan belang, lalu mengajukan pertanyaan retoris tentang warisan apa yang ditinggalkan seorang manusia setelah memimpin. Momentum ini juga dijadikan pengingat akan pelajaran berharga dari pandemi COVID-19, ketika ketergantungan pada bangsa lain terbukti menjadi kelemahan fatal. Menurutnya, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika urusan makan rakyatnya masih bergantung pada pihak asing.
Kepala Negara juga menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki anugerah sumber daya alam yang melimpah dan harus dikelola secara optimal, bukan hanya untuk mencapai kemandirian pangan, tetapi juga kemandirian energi. Prabowo menegaskan bahwa dari sektor pertanian, bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Ia menyebut pencapaian swasembada pangan sebagai sebuah kemenangan besar yang layak dicatat dalam sejarah, mengingat krisis pangan global yang pernah melanda dunia menjadi peringatan keras bagi semua bangsa.
Sementara itu, Amran menanggapi penghargaan tersebut dengan rendah hati. Ia menegaskan bahwa Bintang Jasa Utama bukanlah prestasi pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia. Amran mempersembahkan penghargaan ini kepada para petani dan penyuluh di lapangan, karena tanpa kerja keras mereka, swasembada pangan mustahil terwujud. Di bawah kepemimpinan Amran, sektor pertanian menunjukkan konsistensi dalam peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani, menjadikannya pilar utama dalam menjawab tantangan krisis pangan global.

Tinggalkan Balasan