Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

Pemerintahan

Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu


					Politisi senior Perbesar

Politisi senior

Kolomdata.id — Keriuhan terjadi di media sosial. Terkait pernyataan HM Siddiq BM terkait pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.

 

Melalui sambungan telepon, HM Siddiq BM menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang peduli dengan Tana Luwu. Cacian yang diterima di media sosial, dianggap sebagai bagian dari semangat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

 

“Ada mis informasi yang membuat masyarakat mengeluarkan kecamatan hingga cacian. Ini tidak jadi soal. Ini bagian dari semangat masyarakat menginginkan daerah yang kita cintai ini mekar dan lepas dari Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

 

“Saya mau bilang, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang memberikan tanggapannya. Tetap jaga semangat untuk mewujudkan cita-cita pembentukan provinsi Luwu Raya,” sambungnya.

 

Kesalahpahaman yang terjadi di dunia maya saat ini ungkap Siddiq, cukup menjadi pembelajaran. Berharap tak terjadi dikemudian hari. Sebab, hal ini bisa saja menjadi penghambat dalam mewujudkan cita-cita bersama.

 

“Saya lihat komentar-komentar netizen, memang sangat kejam. Tapi tidak apa-apa. Komentar kejam itu harus dirawat. Sehingga nantinya, digunakan dengan tepat dan ke pihak yang tepat,” bebernya.

 

Soal pembentukan Provinsi Luwu Raya? HM Siddiq BM sudah menyatakan mendukung penuh. Bahkan dalam rapat paripurna, ia mengajak seluruh anggota DPRD Lutim menyumbangkan gajinya untuk kepentingan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

 

Ia tak mau perjuangan ini dilakukan setengah-setengah. Ia belajar dari perjuangan masyarakat Tana Luwu sebelumnya. Gagal. Kali ini, ia berharap semua kekurangan bisa dipenuhi agar pejuang terdahulu bisa tersenyum manis.

 

“Kita tidak membicarakan kesepakatan lagi membentuk Provinsi Luwu Raya. Karena kita semua sudah sepakat. Yang kita bahas ini, bagaimana memenuhi semua syarat pembentukan provinsi Luwu Raya,” jelasnya.

 

Upaya yang akan dilakukan memang ada beberapa opsi. Baik itu menggugat moratorium, hingga meminta diskresi Presiden untuk menjadikan Tana Luwu sebagai daerah istimewa.

 

“Saya bukannya tidak setuju dengan langkah ini. Saya berpendapat, terkait segala kemungkinan. Dan saya berpikir kemungkinan terburuk. Bagaimana kalau gagal. Sehingga, opsi-opsi yang lain kita bahas guna membantu panitia CDOB,” tuturnya.

 

Upaya menggugat moratorium ini tidak mudah. Kemungkinan kalahnya besar. Sebab, empat Kabupaten saja dapat membentuk Provinsi, akan banyak daerah lain mengajukan. Karena pertimbangan ini, pemerintah tentu dapat menggagalkan upaya yang dilakukan.

 

Kemudian, mengajukan Diskresi Presiden. Daerah lain juga akan melakukan. Misalnya, Pejuang Antasari dan Pattimura. Mereka juga mau. Karena hal ini, potensi upaya menggugat bisa gagal.

 

Makanya, opsi memenuhi syarat pembentukan DOB didorong. Agar Kabupaten Luwu Tengah bisa terbentuk, maka sebagian dari Seko yang berada di Kabupaten Luwu Utara diserahkan ke Kabupaten Luwu Tengah.

 

Saat membahas pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Walmas) yang ramai saat ini sambungnya, video yang beredar seolah-olah itu adalah pendapat pribadi. Padahal, hal itu merupakan informasi yang dibahas untuk mencarikan solusinya.

 

“Informasi yang saya terima adalah, Walmas belum layak dari segi ekonomi dijadikan Kabupaten. Hal ini yang perlu kita bahas, solusinya seperti apa. Waktu itu, saya menawarkan agar Luwu Utara melepaskan sebagian wilayah Seko. Dan seandainya, Luwu Timur dekat dengan Luwu Tengah kenapa tidak kita dorong Luwu Timur lepas sebagian wilayahnya untuk masuk sebagai Luwu Tengah,” ungkapnya lagi.

 

Menurutnya, perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Luwu Raya ini bisa menjadi sumber PAD setiap kabupaten di Tana Luwu. Caranya, ada saham pemerintah di setiap perusahaan. Sama seperti yang dilakukan di Papua. Ada saham pemerintah daerah di Freeport yang jadi PAD.

 

“Jika pemerintah punya saham di perusahaan-perusahaan tambang ini, tak ada lagi alasan ekonomi untuk bentuk Kabupaten Luwu Tengah. Karena PAD besar di sektor pertambangan. Lima Kabupaten/Kota punya sumber PAD yang bisa memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

 

Diakhir kata, Siddiq menyampaikan permohonan maaf jika apa yang disampaikan dianggap sebagai kekeliruan atau kesalahan. “Jika pernyataan saya ini dinilai salah dan melukai saya mohon maaf,” katanya.

 

“Tidak ada maksud melemahkan. Kalau saya dianggap salah oleh masyarakat di Luwu dan Luwu Utara, terutama keluarga saya di Lamasi. Mohon saya dimaafkan,” imbuhnya rendah hati. (*)

Baca Lainnya

HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong 

6 Februari 2026 - 14:45 WITA

KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

6 Februari 2026 - 02:28 WITA

Harumkan Nama Kabupaten Lutim, Dua Siswa SMP YPS Singkole Berpartisipasi Pada Ajang Bergengsi AYIMUN 20th di Malaysia

28 Januari 2026 - 14:11 WITA

Dukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Begini Isi Manifesto Swaltim

12 Januari 2026 - 07:57 WITA

Pemdes Klaim Tanah Ulayat Sebagai Aset Desa, Warga Asli Sorowako Berang

10 Januari 2026 - 06:54 WITA

Trending di Pemerintahan