Semangat pembentukan wilayah administratif baru di kawasan jazirah Luwu semakin menguat. Salah satu organisasi yang bergerak di wilayah tersebut, Swaltim, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap munculnya Provinsi Luwu Raya. Ketua Swaltim, Nasrun Majid, yang akrab disapa Aco, menegaskan bahwa hal ini bukan hanya sebatas angan-angan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk mempercepat pembangunan di daerah tersebut.

Menurut Aco, keinginan warga untuk memiliki daerah otonom sendiri sangatlah wajar dan perlu diperjuangkan bersama-sama. Ia menambahkan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu dan mendorong realisasi provinsi baru tersebut. Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh warga di jazirah Luwu.

Dalam manifesto yang dirilis oleh Swaltim, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi landasan perjuangan mereka. Pertama, ajakan kepada semua elemen Wija To Luwu untuk bergandengan tangan memperjuangkan pembentukan provinsi ini. Kedua, pembentukan ini dipandang sebagai bentuk pengakuan atas fakta sejarah bahwa Kerajaan Luwu telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, sehingga eksistensinya dianggap sebagai hak historis yang sah.

Organisasi ini juga mendesak Gubernur dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menerbitkan rekomendasi resmi terkait pemekaran wilayah. Desakan ini dianggap krusial sebagai langkah awal yang harus ditempuh secara konstitusional. Seluruh proses perjuangan ini pun ditegaskan akan dilakukan dengan cara-cara yang damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, perjuangan panjang ini disebut bukanlah sesuatu yang baru. Aco menjelaskan bahwa aspirasi ini merupakan kelanjutan dari cita-cita yang sudah diperjuangkan oleh para tokoh terdahulu. Kini, seluruh komponen masyarakat diajak untuk bergerak maju secara konsisten dan kompak, karena pembentukan Luwu Raya dinilai sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di tanah Luwu.