Kolomdata.id — Makassar – Organisasi kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar menegaskan bahwa militerisme di dunia pendidikan tidak dapat diterima. Sikap tegas itu disampaikan menyusul polemik kehadiran unsur militer dalam kegiatan kampus.

Penolakan tersebut berkaitan dengan aksi sejumlah mahasiswa baru yang membentangkan kertas bertuliskan “Tolak Militer Masuk Kampus” saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Kampus II UIN Alauddin pada Selasa (1/9/2026). Aksi itu bertepatan dengan kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin di lingkungan kampus.

Lembaga kemahasiswaan FUF menilai aksi penolakan terhadap militer di kampus seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari proses akademik yang dapat didiskusikan secara terbuka, bukan diperlakukan sebagai bentuk pelanggaran. Mereka juga mempertanyakan ruang kebebasan akademik serta batas kehadiran militer di lingkungan perguruan tinggi.

Sejumlah mahasiswa baru yang terlibat aksi tersebut dikabarkan terancam sanksi hingga drop out. Ketua Panitia PBAK UIN Alauddin Makassar, Zulkarnain, membenarkan adanya pengamanan dalam kegiatan tersebut dan menyebut mahasiswa yang terlibat berpotensi diproses sesuai aturan kampus.

Persoalan ini pun menyita perhatian publik karena dinilai berkaitan dengan kebebasan berpendapat dan ruang demokrasi di lingkungan kampus.

Sumber: Fajar.co.id