Kolomdata.id — Makassar – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar menyiapkan penanganan kekeringan jangka panjang melalui penguatan 65 lokasi kegiatan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa jaringan perpipaan maupun sumur bor hingga 2027. Program itu menyasar kawasan yang belum terlayani optimal jaringan distribusi PDAM, mulai wilayah utara, timur, sampai kawasan kepulauan.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan penanganan kekeringan tidak bergantung pada distribusi air darurat memakai mobil tangki. Menurutnya, persoalan kekeringan bukan hanya soal rendahnya curah hujan, tetapi juga ketersediaan sumber air dan sistem distribusi yang mampu menjangkau warga. Karena itu, pemerintah mengutamakan pembangunan ketahanan air yang terukur.
Dinas PU memetakan empat pendekatan teknis, yakni pembangunan unit SPAM baru, peningkatan kapasitas sumber air, perluasan Sambungan Rumah (SR), serta pemeliharaan rutin infrastruktur. Dari total 65 lokasi, sebanyak 40 titik merupakan pembangunan unit SPAM baru.
Rinciannya, pada 2025 dialokasikan 23 lokasi yang mencakup 14 pembangunan SPAM baru, empat kegiatan pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga perluasan jaringan di kawasan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, serta Kepulauan Sangkarrang. Pada 2026 berlanjut di 18 lokasi yang terdiri atas 10 unit SPAM baru, tiga pemeliharaan, dua peningkatan, dan tiga perluasan jaringan. Untuk 2027 disiapkan rencana pengusulan 24 lokasi dengan prioritas 16 pembangunan SPAM baru di wilayah utara Makassar.
Setiap unit SPAM yang dibangun dilengkapi fasilitas pengeboran, reservoir penampungan, bangunan pendukung, serta jaringan distribusi yang mampu melayani sedikitnya 50 hingga 100 sambungan rumah. Khusus kawasan kepulauan seperti Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, Dinas PU menerapkan teknologi Air Siap Minum (Arsinum) yang mengolah air payau menjadi air minum layak konsumsi. Penguatan infrastruktur ini juga melibatkan BPBD dan PDAM.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan