Kolomdata.id — Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima 5.278 mahasiswa baru dari 16.530 peminat pada penerimaan semester awal Tahun Akademik 2026/2027. Tingginya jumlah pendaftar menegaskan posisi kampus itu sebagai salah satu tujuan pendidikan tinggi favorit di Sulawesi Selatan. Rektor UMI Prof Hambali Thalib menyampaikan keterangan tersebut, Sabtu, 3 Oktober 2026. UMI merupakan salah satu perguruan tinggi swasta besar dan tertua di Sulawesi Selatan.

Menurut Prof Hambali, besarnya jumlah peminat merupakan kepercayaan yang harus dijawab dengan peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan. Ia menekankan bahwa mahasiswa baru bukan sekadar angka penerimaan, melainkan amanah pendidikan dan masa depan yang mesti dijaga melalui proses pembelajaran yang berkualitas. Menurutnya, setiap mahasiswa membawa harapan keluarga yang harus dijawab dengan layanan pendidikan yang serius.

Mahasiswa baru semester awal tersebar di berbagai fakultas. Fakultas Teknologi Industri (FTI) mencatat jumlah terbanyak dengan 832 orang, disusul Fakultas Hukum 746 mahasiswa dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 680 mahasiswa. Setelah itu, Fakultas Farmasi menerima 571 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 463 mahasiswa, Fakultas Teknik 400 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran 371 mahasiswa. Sebaran itu menunjukkan minat yang kuat pada rumpun ilmu teknik, hukum, dan kesehatan.

Angka 5.278 tersebut belum menjadi total penerimaan UMI untuk tahun akademik kali ini. Kampus masih membuka siklus penerimaan pada semester berikutnya untuk sejumlah jenjang, program studi, program profesi, serta jalur pendidikan lain. Pada penerimaan semester genap, UMI rata-rata kembali menerima sekitar 1.300 hingga 1.500 mahasiswa baru. Jenjang itu mencakup program magister, doktor, Program Profesi Insinyur, Profesi Apoteker, Profesi Ners, Profesi Akuntansi, pendidikan dokter spesialis, Profesi Dokter, Profesi Dokter Gigi, hingga Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pendidikan Profesi Guru Agama.

Dengan pola itu, UMI menargetkan total mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 mencapai sekitar 7.000 orang. Prof Hambali menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dibukanya penerimaan pada berbagai program di semester berikutnya. Pola penerimaan bertahap itu membuat angka 5.278 perlu dibaca sebagai bagian dari satu siklus tahunan yang masih berjalan.

Kepercayaan masyarakat, lanjutnya, dijawab melalui penguatan mutu akademik, pelayanan, fasilitas, inovasi pembelajaran, penguatan karakter, serta transformasi digital. UMI juga terus mengembangkan diri menuju Smart Islamic AI-Driven University melalui UMI Connection, ekosistem digital yang menyatukan proses akademik, pelayanan, tata kelola, dan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah itu menjadi bagian dari upaya kampus menjawab kebutuhan layanan akademik yang makin terdigitalisasi.

Prof Hambali menegaskan, UMI mengusung identitas sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah. Karena itu, kompetensi akademik dan profesional diharapkan berjalan seiring dengan integritas, nilai keislaman, akhlakul karimah, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, serta kepedulian kepada masyarakat. Identitas itu diharapkan tercermin dalam lulusan yang kompeten sekaligus berakhlak. Minat yang tinggi setiap tahun menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi kampus untuk menjaga kualitas layanan pendidikan.

Sumber: Harian Fajar