KolomData.id – Makassar – Antrean kendaraan di hampir semua SPBU Kota Makassar mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. Personel ditempatkan di lokasi-lokasi pengisian bahan bakar untuk mengurai antrean sekaligus mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kepolisian menilai dua persoalan itu berjalan bersamaan, yakni kepadatan kendaraan di depan nozzle dan potensi penyimpangan dalam rantai pasok, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan dari satu titik saja.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menegaskan pengawasannya tidak hanya menyasar lokasi pengisian. Aparat juga memantau mobil tangki yang bergerak menuju maupun meninggalkan SPBU. Pemantauan itu mencakup pergerakan tangki sebelum tiba di stasiun pengisian dan setelah bertolak meninggalkannya, sehingga pengawasan tidak berhenti di halaman SPBU. Menurut Arya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyaluran BBM berjalan sebagaimana mestinya, dari titik suplai hingga ke konsumen.

Dalam keterangannya, Arya menyebut SPBU sebagai objek vital yang harus dijaga keamanan serta ketertibannya. Karena statusnya itu, kehadiran personel di lapangan tidak hanya bertujuan mengatur arus kendaraan, tetapi juga menjaga agar aktivitas pengisian berlangsung tertib. Pengamanan ini menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dan Pertamina dalam menangani gelombang antrean yang terjadi di kota tersebut. Polisi memposisikan diri sebagai pengawas di hilir sekaligus pendamping instansi yang berwenang atas pasokan.

Polisi berjanji menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan atau menimbun BBM subsidi. Penindakan diperlukan agar pasokan tetap sampai kepada konsumen yang berhak. Dua bentuk pelanggaran yang disorot adalah penyalahgunaan, yakni penggunaan BBM bersubsidi di luar peruntukannya, dan penimbunan, yakni penahanan stok agar tidak tersalur sebagaimana mestinya. Keduanya berdampak langsung pada panjangnya antrean, karena volume yang seharusnya beredar tidak sampai ke pengisian.

Warga diimbau tetap tertib saat mengisi bahan bakar di SPBU. Imbauan itu menyertai penempatan personel, agar pengaturan antrean di lapangan berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan baru di sekitar stasiun pengisian. Ketertiban pengisian menjadi kunci, sebab antrean yang meruyak di hampir semua SPBU menuntut kedisiplinan pengendara sekaligus kesigapan petugas yang berjaga.

Pengamanan di lapangan menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dan Pertamina dalam menangani gelombang antrean. Kolaborasi itu mencakup pengaturan di lokasi pengisian, pengawasan pergerakan mobil tangki, serta penindakan terhadap penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Kapolrestabes menegaskan pengawasan berjalan di dua simpul sekaligus, yaitu SPBU dan armada tangki, agar penyaluran BBM sampai kepada konsumen yang berhak.

Sumber: Fajar.co.id

Sumber: Fajar.co.id