
Kolomdata.id — Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Massa mahasiswa menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional atau RUU Sisdiknas sekaligus menagih janji Presiden Prabowo Subianto ihwal pendidikan gratis sejak jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Aksi itu melibatkan sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebelum mendatangi gedung parlemen, massa lebih dulu menggelar aksi di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kepolisian menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, sementara lalu lintas di sekitar kawasan Senayan diatur untuk mengantisipasi penumpukan massa.
Koordinator Wilayah BEM SI Jabodetabek-Banten, Adelia, menyatakan aksi tersebut merupakan langkah konsisten mahasiswa untuk mengawal reformasi regulasi pendidikan di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa akan terus mengawal isu tersebut hingga RUU Sisdiknas disahkan. Ia menegaskan jika pemerintah memang serius menggratiskan pendidikan, maka aturan hukumnya harus segera diselesaikan.
“Kami dari BEM SI akan terus mengawal isu ini sampai disahkan. Kalau memang Bapak Prabowo Subianto ingin menggratiskan pendidikan, maka per hari ini wujudkanlah dengan mengesahkan RUU Sisdiknas,” ujar Adelia di depan Gedung DPR RI. Pernyataan itu disampaikan di hadapan massa mahasiswa yang membawa sejumlah atribut dan poster tuntutan pendidikan.
Menurut Adelia, draf RUU Sisdiknas yang ada saat ini masih menyimpan sejumlah persoalan krusial. Beberapa di antaranya adalah kejelasan regulasi mengenai gaji guru serta batas program wajib belajar yang masih tertahan di angka 12 tahun, yakni jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kondisi tersebut dinilai membuat perguruan tinggi belum menjadi tanggung jawab penuh negara.
BEM SI juga menyoroti besaran anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang mencapai 20 persen. Nilai itu dinilai semestinya cukup untuk menjamin pemerataan akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Mahasiswa meminta pemerintah memastikan anggaran tersebut benar-benar terdistribusi merata dan tidak menimbulkan ketimpangan bagi masyarakat.
Selain menuntut pengesahan regulasi, massa meminta proses pembahasan dan pengesahan RUU Sisdiknas dilakukan secara transparan dengan melibatkan mahasiswa sebagai pihak yang terdampak langsung. Adelia menyebut mahasiswa akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntutan mereka memperoleh tindak lanjut yang jelas dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Aksi di depan DPR itu berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Isu pendidikan dinilai menjadi salah satu perhatian utama publik karena menyangkut akses dan biaya bagi jutaan keluarga. BEM SI menegaskan demonstrasi serupa akan kembali digelar apabila pemerintah dan DPR dinilai tidak menunjukkan kemajuan dalam pembahasan RUU Sisdiknas yang mereka tuntut.
Wacana pendidikan gratis dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana tersebut di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah. Kalangan mahasiswa menilai janji itu perlu segera diterjemahkan menjadi payung hukum yang jelas, bukan sekadar pernyataan politik, agar akses pendidikan dapat dijamin bagi seluruh warga negara.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan