
Kolomdata.id — Makassar – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menerima kunjungan pengurus baru DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan di kantor Regional Consumer Office (RCO) BTN Sulampua, Kamis (8/10/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama pembiayaan perumahan, mulai dari segmen rumah subsidi hingga hunian komersial. Rombongan REI Sulsel dipimpin Ketua H. Badris Salam, didampingi Sekretaris A. Ridwan Jabir serta Bendahara Andi Imran Rahmadi Putra YP, dan diterima RCO BTN Sulampua Romeo Daniel Mekerru Vant bersama jajarannya.
Dalam arahannya, Romeo menegaskan komitmen BTN untuk mendukung kepemimpinan Badris Salam di REI Sulsel sekaligus memperkuat kemitraan dengan organisasi pengembang demi perkembangan sektor properti daerah. Badris meminta bank pelat merah itu terus membuka ruang komunikasi dan memberikan masukan agar seluruh anggota REI terlayani dengan baik. Ia juga menyatakan organisasi siap mengevaluasi anggota yang melakukan pelanggaran apabila menerima laporan atau masukan dari pihak perbankan.
Agenda utama pertemuan menyangkut capaian pembiayaan dan mekanisme kredit pada segmen rumah subsidi maupun non-subsidi. Berdasarkan keterangan dalam siaran pers, realisasi pembiayaan BTN wilayah disebut telah mencapai 81 persen. Meski demikian, periode pengukuran dan target yang menjadi dasar persentase tersebut belum dijelaskan secara terperinci oleh pihak bank.
Selain capaian pembiayaan, diskusi menyoroti optimalisasi layanan dan penyempurnaan proses pencairan kredit. BTN disebut memberikan perhatian pada penguatan mekanisme on-the-spot (OTS), terutama untuk mengurangi hambatan administratif yang selama ini dikeluhkan pengembang pada segmen rumah subsidi. Aspirasi lain yang disampaikan menyangkut perluasan akses fasilitas pembiayaan inden bagi pengembang rumah komersial atau non-subsidi, agar mereka memiliki dukungan pembiayaan dalam menjalankan rencana pembangunan.
Ketua DPD REI Sulsel H. Badris Salam menekankan pentingnya transparansi dan perbaikan sistem di tingkat operasional. Ia berharap kemitraan dengan BTN tidak berhenti pada seremoni, melainkan menghadirkan solusi konkret atas berbagai kendala yang sering ditemui anggota pengembang di lapangan. Menurutnya, komunikasi terbuka antara bank dan pengembang diperlukan agar persoalan teknis dapat ditangani lebih cepat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal kepengurusan baru REI Sulsel dalam memperkuat koordinasi dengan lembaga pembiayaan. Badris sendiri resmi menahkodai DPD REI Sulsel periode 2026–2029 setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) REI Sulsel ke-15, Rabu (7/10/2026), dengan rekam jejak pengembangan sekitar 15 ribu rumah subsidi.
Kelancaran proses kredit, kepastian mekanisme operasional, serta akses pembiayaan menjadi sejumlah isu yang dibahas kedua pihak. Dengan koordinasi yang lebih rapat antara bank dan pengembang, penyediaan hunian di Sulawesi Selatan, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah maupun segmen komersial, diharapkan berjalan lebih cepat dan terukur.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan