Kolomdata.id — Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memaparkan potensi strategis Kota Makassar agar dijadikan pusat distribusi atau hub produk Indonesia Timur menuju pasar Tiongkok. Tawaran itu disampaikan di hadapan investor dan pelaku usaha kedua negara dalam forum Business Connection Indonesia-China 2026 yang digagas Bank Sulselbar di Hotel The Rinra Makassar, Selasa (8/9/2026).

Di forum itu, Appi menyebut posisi geografis Makassar yang berada di persimpangan jalur pelayaran nasional dan internasional menjadi modal besar. Kota ini, lanjutnya, sejak lama berperan sebagai simpul perdagangan sekaligus pusat aktivitas keuangan di kawasan timur Indonesia.

Daya tarik investasi Makassar disebut terus menanjak. Realisasi investasi yang pada 2024 tercatat Rp3,82 triliun melonjak menjadi Rp5,29 triliun pada 2025 atau tumbuh 38,48 persen, seiring laju pertumbuhan ekonomi daerah yang menyentuh 6,61 persen, melampaui rata-rata nasional.

Wali Kota menegaskan peningkatan itu menjadi bukti kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas keamanan dan kepastian hukum di Makassar. Pemerintah kota berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif serta memastikan dana yang masuk mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong UMKM naik kelas.

Kekuatan utama Makassar disebut bertumpu pada infrastruktur konektivitas, seperti pelabuhan peti kemas internasional dan Bandara Sultan Hasanuddin. Pengusaha lokal pun diingatkan tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memahami standar, regulasi, dan kemasan yang sesuai selera konsumen global agar mampu menembus pasar Tiongkok.

Forum ini diharapkan melahirkan kesepakatan bisnis yang konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial, demi menjadikan Makassar simpul perdagangan internasional kawasan pasifik.

Sumber: Harian Fajar