Kolomdata.id — Parepare – Kabut asap pekat menyelimuti langit Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dan memuncak pada Jumat (9/10/2026) seiring memburuknya kualitas udara di kota pesisir barat Sulawesi Selatan itu. Data pemantauan kualitas udara yang dirujuk dari BMKG Sulsel menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 sempat melonjak hingga 112,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 Wita, jauh di atas ambang yang lazim dianggap aman bagi kesehatan pernapasan.

Kadar rata-rata PM2.5 di Parepare pada hari yang sama tercatat 85,3 µg/m³. Kabut tipis hingga pekat terlihat menyelimuti kawasan permukiman warga, terutama di area perbukitan sampai wilayah pesisir. Jarak pandang berkurang, namun sebagian warga tetap beraktivitas di luar rumah dan terlihat tidak mengenakan masker. Dampaknya terlihat pada layanan kesehatan: kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kota itu menunjukkan tren peningkatan 10 hingga 15 persen, sementara laporan lain menyebut lebih dari 2.000 warga mengalami keluhan ISPA.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan partikel halus di udara. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muhammad Idris, menyebut imbauan itu sebagai langkah antisipatif untuk melindungi warga, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga dianjurkan memakai masker jenis KN95 atau N95 dan memastikan pemakaiannya benar agar mampu menahan partikel halus penyebab gangguan saluran pernapasan.

Dinas Kesehatan juga meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak ada keperluan mendesak. Perhatian khusus diminta diberikan kepada kelompok rentan, yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma dan penyakit pernapasan lain. Dinkes menyatakan akan mencermati laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar data perkembangan ISPA diperoleh secara akurat sebelum langkah pencegahan maupun penanganan diambil.

Selain soal masker, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari pembakaran sampah secara terbuka, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, iritasi mata, atau gangguan pernapasan yang menetap diminta memeriksakan diri ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat. Bila mengalami sesak napas berat, warga diminta segera mencari pertolongan medis.

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan menggelar pembagian masker bagi masyarakat pada Sabtu (10/10/2026) pagi di depan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Parepare. Pembagian masker gratis itu menyasar warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kabut asap yang telah terlihat sejak sepekan terakhir.

Kabut yang menyelimuti langit Parepare diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar dan Maros, juga dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara pada periode yang sama. Kondisi itu menempatkan pemantauan kualitas udara dan kesiapan layanan kesehatan sebagai prioritas hingga cuaca kembali membaik.

Sumber: Harian Fajar