Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

Headline

Marwah Pondok Pesantren Harus Terus Dijaga


					Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat memberikan keterangan pers terkait narasi negatif terhadap pondok pesantren. Perbesar

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat memberikan keterangan pers terkait narasi negatif terhadap pondok pesantren.

Kolomdata.id – Pondok pesantren merupakan salah satu wadah mendidik anak bangsa, khususnya dalam berpegang teguh pada moral kehidupan. Marwahnya harus terus dijaga.

Hal itu juga yang diserukan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dia menegaskan, pesantren telah berabad-abad menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.

Menurutnya, pesantren adalah benteng moral bangsa yang telah melahirkan ulama, pemimpin, dan tokoh nasional. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk memahami pesantren secara utuh dan kultural.

“Saya sangat kaget dan prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara negatif. Sekian ratus tahun ponpes berkiprah mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat beradab, hingga mengkristal dalam nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Menag, Selasa (15/10/2025).

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama. “Tetapi pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan. Mari bersama menjaga marwahnya,” ajaknya.

Pernyataan Menag tersebut disampaikan sebagai respon atas tayangan salah satu program televisi yang dinilai menyinggung kehidupan santri. Tayangan itu memuat narasi satir, di antaranya menyebut bahwa santri minum susu saja harus jongkok.

Potongan tayangan tersebut menuai kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren dan merendahkan penghormatan santri kepada kiai.

Gelombang protes datang dari masyarakat dan komunitas pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo, yang mendesak pihak stasiun televisi menarik tayangan, menyampaikan permintaan maaf terbuka, serta melakukan klarifikasi langsung kepada para pengasuh pesantren.

Menrut Menag, tradisi memaafkan yang kuat dalam budaya pesantren. Menag yakin para kiai dan santri juga akan memaafkan. “Ya, saya kira itu yang sangat penting buat kita. Mudah-mudahan ini pembelajaran buat kita semuanya,” ungkapnya.

Menag menyampaikan bahwa dirinya hari ini juga akan bertolak ke Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan sejumlah pondok pesantren. “Saya hari ini akan ke Jawa Timur juga untuk bertemu dengan beberapa pondok pesantren,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Menag menuturkan pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan keadaban sosial.

Jasa pondok pesantren bagi negeri juga tidak dapat disepelekan. Sejak ratusan tahun lalu, pesantren berperan besar dalam membentuk masyarakat Indonesia yang santun, taat, dan beradab. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren juga semakin meningkat.

“Kalau mata hati kita melihat, apa yang terjadi di pondok pesantren sekarang ini justru hal yang berkebalikan dari citra negatif. Ada peningkatan yang sangat tajam, orang memasukkan anaknya ke pondok pesantren,” sebutnya.

“Tradisi pesantren mengajarkan kesantunan murid kepada kiai. Dari situ lahir budaya hormat anak kepada orang tua, yang kemudian berimbas pada rakyat yang berbakti kepada pemimpinnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara rakyat yang santun dan pemimpin yang berwibawa merupakan cerminan nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pesantren.

“Di mana ada rakyat yang santun, di sana biasanya ada pemimpin yang berwibawa. Dan di mana ada pemimpin yang berwibawa, di sana ada rakyat yang santun. Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk oleh pondok pesantren,” tutup Menag (*)

Baca Lainnya

Rektor UNM Dinonaktifkan, Buntut Dugaan Kekerasan Seksual

4 November 2025 - 15:07 WITA

Nama Frank de Boer Mencuat, Bakal Latih Timnas Indonesia?

23 Oktober 2025 - 14:59 WITA

Jomblo Tersenyum Lebar, Pemkot Makassar Bakal Gelar Nikah Massal dan Gratis

22 Oktober 2025 - 13:01 WITA

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tantangan dan Peluang Swasembada Pangan

20 Oktober 2025 - 14:53 WITA

Makassar Borong Tiga Penghargaan di HUT Sulsel ke-356

19 Oktober 2025 - 15:33 WITA

Trending di Headline