Kolomdata.id — Kedatuan Luwu akan mengambil sikap tegas. Akan menempuh jalur hukum atas pernyataan Ketua AMAN Lutim, Hamra.

Dewan Adat XII Kedatuan Luwu, Andi Suriadi, mengatakan, pernyataan Ketua AMAN Lutim terkait pemasangan patok oleh PT kitlt sungguh memalukan. Asal bunyi. Tak paham tatanan adat.

Pernyataan Ketua AMAN Lutim bebernya, sudah menyinggung Kedatuan Luwu. “Kami akan menempuh jalur hukum. Ini pencemaran nama baik,” kata Andi Suriadi dengan tegas kepada kolomdata.id, Sabtu, (28/06/25).

Kedatuan Luwu bersama Anak Suku Adat hadir dalam kegiatan pemasangan patok lahan PT kitlt (Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur) bebernya, sekadar menyaksikan. Ini juga bagian dari dukungan kepada masyarakat lokal yang ingin bangkit dan mengelola sumberdaya alam secara mandiri.

“Lah ini Ketua AMAN Lutim muncul menyebut kalau lahan yang dipatok itu milik suku adat padoe. Yang mana di situ tanah adat padoe? Saya tegaskan, tidak ada wilayah adat Padoe di Malili,” ungkap Andi Suriadi.

Pihak Kedatuan Luwu hadir bebernya, meminta kepada pihak PT kitlt agar memperhatikan hak-hak masyarakat. Terutama soal lahan. “Kalau ada lahan masyarakat, maka haknya harus diberikan,” ungkap Andi Suriadi.

Jika Ketua AMAN Lutim tidak meralat dan memberikan keterangan klarifikasi secara terbuka, maka Kedatuan Luwu dipastikan bersikap tegas. Menempuh jalur hukum. “Ini sudah mencederai nama baik Kedatuan Luwu,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua AMAN Lutim, Hamra mengatakan, lahan yang dipatok pt kitlt punya historis panjang. Masalahnya banyak.

“Itu wilayah adat. Banyak masalah disitu yang timbul. Secara historis. Itu wilayah adat padoe,” kata Hamra melalui sambungan WhatsApp.

Saat ditanya terkait alas hak, Hamra mengaku tak punya itu. Dia menyebut hanya punya data secara historis.

Terkait ketersinggungan Kedatuan Luwu atas pernyataannya, Hamra belum memberikan keterangan. Dia justru mengalihkan pertanyaan dengan bertanya balik. “Dari mana dapat nomorku,” tanya Hamra kepada kolomdata.di.

Itu dipertanyakan berulang kali hingga sambungan telepon WhatsApp bermasalah. Kolomdata.id mengirimkan pesan dan melakukan penggalian ulang sebanyak dua kali. Terhubung tapi tak diangkat lagi. (*)