
KolomData.id – Gowa – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membantah kabar mengenai adanya pengurangan atau pemangkasan kuota pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Gowa. Perusahaan menegaskan bahwa yang terjadi di lapangan merupakan penyesuaian distribusi, bukan pemangkasan yang dilakukan secara sepihak terhadap SPBU di wilayah tersebut.
Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya kabar di tengah masyarakat yang menyebut adanya pengurangan pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Gowa. Kabar tersebut turut dikaitkan dengan antrean kendaraan yang terlihat di beberapa SPBU. Pihak perusahaan memilih merespons langsung isu itu dengan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada proses pengiriman BBM ke SPBU.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Galarizky Wiragaharu Putra, mengaku memahami kondisi antrean yang muncul di sejumlah SPBU. Menurut dia, penyesuaian pengiriman dilakukan sebagai bagian dari upaya mengatur distribusi di tengah lonjakan permintaan BBM di Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian itu mempertimbangkan kondisi stok, realisasi penyaluran, serta dinamika kebutuhan di masing-masing wilayah.
Gala menambahkan, Pertamina terus mengevaluasi agar distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani. Evaluasi tersebut dilakukan dengan memperhatikan bagaimana stok tersedia, bagaimana realisasi penyaluran berjalan, dan bagaimana kebutuhan di tiap wilayah bergerak dari waktu ke waktu. Dengan cara itu, pengaturan distribusi diharapkan tetap sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Sebagai langkah lanjut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat sekaligus mengatur distribusi untuk merespons peningkatan kebutuhan energi. Perusahaan juga berkoordinasi dengan SPBU untuk memantau kondisi stok dan kebutuhan harian di lapangan. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dan tidak terhambat di tingkat SPBU.
Pihaknya mengaku memahami keresahan warga yang harus mengantre. Pertamina memastikan pengawasan serta penyesuaian pelayanan terus dilakukan agar antrean tidak berkepanjangan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi bukan pemangkasan kuota, melainkan pengaturan distribusi yang disesuaikan dengan kondisi stok dan kebutuhan di Gowa serta wilayah Sulawesi Selatan secara lebih luas.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan