
Kolomdata.id — Makassar – PSM Makassar menjadi satu-satunya klub asal Sulawesi yang akan tampil pada kompetisi League Cup 2026/2027. Status tersebut membuat manajemen Juku Eja harus menyiapkan skuad secara lebih cermat, terlebih regulasi kompetisi baru membatasi jumlah pemain asing yang boleh didaftarkan.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menyampaikan bahwa pendaftaran pemain untuk League Cup akan dibuka pada akhir Oktober hingga awal November. Ia menegaskan mekanisme pendaftaran kompetisi ini berbeda dengan BRI Super League, yang pendaftarannya sudah ditutup pada 23 September lalu. Meski prosesnya terpisah, jendela transfer atau transfer window League Cup akan disamakan dengan liga.
Perbedaan paling mencolok terletak pada kuota pemain asing. Fajrin menyebut hanya tiga pemain asing yang boleh didaftarkan pada League Cup. Konsekuensinya, dari 29 pemain yang kini ada di skuad PSM, delapan di antaranya berstatus pemain asing sehingga tidak dapat didaftarkan. Praktis, tim hanya menyisakan 21 pemain lokal yang bisa dipakai, sehingga memaksimalkan pemain lokal dan pemain dari akademi menjadi pilihan utama.
Turnamen League Cup sendiri diikuti 18 klub BRI Super League dan 20 tim dari Championship. Jadwal kick off direncanakan pada 3 hingga 5 November mendatang, sementara drawing atau pengundian peserta diperkirakan berlangsung pada pertengahan Oktober. Pada proses undian tersebut, PSM berada dalam satu pot bersama sejumlah klub besar, mulai dari Bali United hingga Persipura.
Manajemen menyebut persiapan tim berjalan sesuai rencana. Latihan rutin digelar di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, dengan sejumlah pemain muda dari akademi mulai dilibatkan dalam sesi bersama tim utama. Salah satunya adalah kiper muda Poetro Negoro. Manajemen membuka peluang bagi pemain akademi untuk ikut didaftarkan, sehingga kompetisi ini sekaligus menjadi ruang pembuktian bagi talenta muda Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, manajemen PSM memang menyiapkan sekitar 29 hingga 30 pemain untuk menghadapi dua kompetisi berbeda pada musim 2026/2027, yaitu Super League dan League Cup. Kebijakan pembatasan pemain asing ini menuntut setiap klub menyeimbangkan komposisi skuad, terutama pada posisi-posisi yang selama ini mengandalkan tenaga pemain impor.
Bagi PSM, menjadi satu-satunya wakil Sulawesi di League Cup sekaligus membawa tanggung jawab tersendiri. Manajemen menyebut status itu sebagai amanah yang harus dijawab dengan performa terbaik di lapangan. Penggabungan pemain senior, pemain lokal, dan pemain akademi dinilai menjadi jalan paling realistis untuk menjaga daya saing Juku Eja pada kompetisi yang berhimpitan dengan agenda Super League tersebut.
Sejumlah pihak menilai pembatasan pemain asing pada League Cup akan mengubah peta kekuatan antar-klub. Tim dengan kedalaman skuad lokal dan pembinaan usia muda yang baik berpeluang lebih besar bersaing, sementara klub yang selama ini bergantung pada pemain impor harus menyesuaikan diri. PSM disebut berada pada posisi yang cukup menguntungkan karena memiliki akademi aktif yang rutin memasok pemain ke tim utama, termasuk lewat program pencarian bakat di sejumlah daerah di Sulawesi. Karena Super League tetap berjalan bersamaan, tim pelatih PSM juga dituntut mengatur waktu latihan dan rotasi pemain agar tidak kehilangan performa di dua kompetisi sekaligus. Manajemen menegaskan pembagian fokus sudah menjadi bagian dari rencana kerja musim ini, dengan skema pemain muda yang dilibatkan secara bertahap pada laga-laga tertentu.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan