Kolomdata.id — Kendari – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kebijakan itu diambil setelah 57 pelajar dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan pada Jumat (18/9/2026).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Mulyadi menyatakan investigasi dilakukan untuk mencari penyebab kelalaian dalam pelayanan makan bergizi yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) BGN. Evaluasi menyeluruh akan mencakup proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemrosesan, hingga distribusi makanan.
Sampel makanan yang disajikan kepada para pelajar telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sulawesi Tenggara. Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga turun mengambil sampel di SPPG Watubangga Baruga untuk melengkapi uji laboratorium guna mengetahui penyebab utama kejadian tersebut.
Untuk mencegah kejadian serupa di tempat lain, BGN meminta seluruh SPPG di Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan standar keamanan pangan, termasuk kualitas bahan pangan sebelum diolah dan didistribusikan kepada penerima manfaat. Setiap SPPG juga diminta konsisten menerapkan pelayanan sesuai SOP yang ditetapkan tanpa menambah ataupun mengurangi ketentuan BGN.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari Abdul Rauf menegaskan pihaknya selalu siap berkoordinasi dengan SPPG dalam menjalankan pengawasan pangan. Pengawasan dimulai dari kelayakan bahan pangan seperti kualitas beras, sayuran, daging, dan ikan sebelum didistribusikan ke SPPG.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan