DPW PKS Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kader lewat sebuah agenda pelantikan yang baru saja digelar. Sebanyak 20 orang anak dari kalangan kader partai secara resmi dikukuhkan sebagai Anggota Madya oleh Bidang Kaderisasi Anak Anggota PKS. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari mekanisme pembinaan berjenjang yang telah menjadi standar internal partai. Dalam kerangka tersebut, setiap kader yang telah dilantik akan menjalani pendampingan secara berkala yang meliputi tiga pilar utama: pemahaman kebangsaan, pendidikan politik kepartaian, serta pendalaman nilai-nilai religius.

Kastari, yang memegang amanah sebagai Ketua Bidang Kaderisasi Anggota PKS, menekankan bahwa fondasi regenerasi partai sesungguhnya bertumpu pada lingkungan keluarga. Ia menyampaikan bahwa proses kaderisasi yang berkesinambungan harus berakar dari rumah tangga masing-masing kader, karena keluarga merupakan madrasah pertama bagi pembentukan karakter perjuangan. Menurutnya, keberhasilan dakwah ditentukan oleh kuatnya fondasi yang dibangun di dalam rumah, sehingga rumah kader diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya generasi-generasi penerus yang tangguh. Ia juga mengingatkan bahwa investasi dalam bentuk pembinaan kader hari ini akan menuai hasil berupa kemenangan dakwah di masa depan, dan tanpa keberlangsungan kader, mustahil sebuah partai meraih kemenangan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap kader pada masa kini memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan pengganti yang kualitasnya melebihi dirinya sendiri.

Mereka yang dilantik kali ini datang dari beragam latar belakang, baik dari sisi keluarga maupun profesi orang tua. Meski demikian, semangat yang terpancar dari para anggota baru tersebut sangat seragam: antusiasme yang tinggi. Salah satu yang menyuarakan kebanggaannya adalah Nusaibah Adillah, yang merupakan putri dari pasangan Sirajuddin dan Andi Yustika Mikraj. Sang ibu sendiri diketahui menjabat sebagai Ketua Kaderisasi PKS untuk wilayah Kota Parepare. Perasaan serupa turut diungkapkan oleh Zakiyyah Azizah Putri, anak dari pasangan Hartono dan Wahidah Eka Putri. Wahidah sendiri berperan sebagai Bendahara Umum PKS Kota Makassar. Bagi Zakiyyah, momen ini adalah sebuah kehormatan besar karena ia diberikan kepercayaan untuk melanjutkan jejak perjuangan kedua orang tuanya di dalam partai.

Setelah prosesi pelantikan usai, suasana hangat terlihat ketika para orang tua memberikan hadiah simbolis kepada anak-anak mereka. Pemberian ini bukan sekadar cendera mata, melainkan wujud nyata dukungan moral dari keluarga. Sekaligus menjadi tanda bahwa mereka siap mendampingi putra-putrinya dalam mengarungi jalan panjang perjuangan politik yang kelak akan ditempuh. (*)