Jakarta menjadi saksi pengakuan nasional bagi kerja-kerja pemberdayaan perempuan di akar rumput. Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) dinobatkan sebagai penerima Indonesia SDGs Action Award 2025 untuk kategori Organisasi Masyarakat Sipil, sebuah apresiasi yang diberikan langsung oleh Kementerian PPN/Bappenas RI dalam puncak acara SAA 2025 di Jakarta. Ajang ini mempertemukan para inovator dan penggerak pembangunan berkelanjutan dari berbagai penjuru negeri, dan di antara mereka, RKP dinilai memberikan kontribusi paling nyata dalam mendorong kemajuan agenda pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini bukan sekadar plakat atau serimoni, melainkan pengakuan atas kerja nyata yang dilakukan di tingkat komunitas. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh perwakilan resmi Kementerian PPN/BAPPENAS, sebuah sinyal bahwa pemerintah melihat betul dampak yang dihasilkan oleh organisasi ini. Yang membuat RKP menonjol adalah pendekatan holistik mereka yang memadukan pelatihan pengolahan pangan lokal dengan literasi keuangan dan digital, sambil memperkuat kepemimpinan perempuan di desa-desa. Model pemberdayaan ini dibangun di atas nilai kolaborasi dan solidaritas, membuktikan bahwa perempuan adalah poros utama transformasi sosial-ekonomi di tingkat paling bawah.

Dampak dari program-program RKP terasa pada beberapa isu strategis. Pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama, diiringi dengan peningkatan literasi ekonomi yang membantu perempuan mengelola keuangan secara lebih mandiri. UMKM yang digerakkan oleh perempuan juga mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal pelatihan dan inovasi kemandirian berbasis pangan lokal. Selain itu, RKP aktif membangun ketangguhan komunitas dan memastikan inklusivitas dalam setiap proses pembangunan, sehingga tidak ada kelompok yang tertinggal.

Ketua RKP, Muthmainnah Bahri, memberikan respons yang dalam atas penghargaan ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut bukanlah simbol belaka, melainkan bukti nyata bahwa kerja komunitas yang bertumpu pada solidaritas, aksi kolektif, dan keberpihakan pada kelompok rentan mampu melahirkan perubahan yang terukur. Muthmainnah juga menyampaikan bahwa penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh perempuan pejuang di komunitas yang tak pernah lelah menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari ruang-ruang kecil yang berani bermimpi besar.

Dengan modal apresiasi ini, RKP tidak berniat berhenti. Organisasi ini justru berkomitmen untuk memperluas jangkauan dampak mereka, memperkuat kapasitas kaum perempuan, dan memastikan bahwa nilai-nilai SDGs tetap menjadi landasan dalam setiap langkah organisasi. Kesetaraan gender, ketersediaan pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan kemitraan strategis untuk mencapai tujuan menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar. Melalui ajakan kepada semua pihak untuk membangun ekosistem yang mendukung peran perempuan sebagai agen perubahan, RKP ingin mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang lebih adil, setara, dan berpihak pada komunitas akar rumput di seluruh Indonesia.