KolomData.id – Bali – Bali United menaruh kewaspadaan penuh terhadap misi kebangkitan yang diusung PSM Makassar. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu dijadwalkan bentrok di markas Juku Eja pada Jumat (09/01/2026). Laga tandang ini menjadi ujian tersendiri bagi Bali United, mengingat PSM Makassar tampil sebagai tuan rumah yang dikenal memiliki basis pendukung besar dan atmosfer pertandingan yang menekan.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, secara terbuka mengakui kualitas calon lawannya. Ia menilai PSM Makassar sebagai klub besar yang sulit dikalahkan. “Besok akan menjadi pertandingan berat buat kita, karena PSM Makassar adalah tim yang bagus,” ucap Johnny di hadapan awak media, Kamis (08/01/2026). Pernyataan itu disampaikan sehari sebelum pertandingan digelar, menegaskan bahwa ia tidak ingin anak asuhnya menganggap remeh kekuatan Juku Eja.
Meski demikian, Johnny datang dengan modal positif. Pelatih berdarah Belanda itu mengaku timnya belum mengalami kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. Bali United juga tercatat tidak kebobolan dalam rentang tersebut dan baru saja menang 1-0 pada laga sebelumnya. “Walaupun kami dalam kondisi baik, juga setelah lima pertandingan tidak kebobolan, dan kemarin juga menang 1-0, jadi harapannya besok bermain bagus dan mendapatkan tiga poin,” terang dia.
Johnny menegaskan dirinya tidak mau terlena dengan hasil pertandingan sebelumnya. Baginya, laga melawan PSM Makassar adalah hal baru yang menuntut timnya memulai segalanya dari nol lagi. Mencetak gol dan memenangkan pertandingan harus dibangun ulang, bukan sekadar mengandalkan catatan baik yang sudah tercipta. Sikap itu mencerminkan kehati-hatian terhadap potensi kebangkitan lawan yang disebutnya bisa memutus rekor tak terkalahkan Bali United.
“Besok pertandingan yang baru lagi. Kita tidak memikirkan hasil yang kemarin-kemarin. Jadi kita berusaha menguasai pertandingan lalu menang,” tegas Johnny. Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pendekatan yang akan diterapkan Bali United, yakni berupaya mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal agar bisa pulang dengan tiga poin dari markas PSM Makassar.
Bagi Bali United, menjaga momentum tanpa kekalahan menjadi modal berharga, tetapi menghadapi PSM Makassar di kandangnya sendiri menuntut kesiapan mental dan taktik yang berbeda. Juku Eja disebut tengah mengusung misi kebangkitan, sehingga pertemuan ini berpotensi berjalan ketat. Kewaspadaan yang ditunjukkan Johnny Jansen menjadi sinyal bahwa timnya tidak ingin kehilangan poin di laga tandang tersebut.
Pertandingan yang dijadwalkan pada Jumat (09/01/2026) itu akan menjadi pembuktian bagi kedua tim. Bali United ingin mempertahankan tren positifnya, sementara PSM Makassar berambisi bangkit di hadapan pendukung sendiri. Hasil laga ini pun akan menjadi cerminan sejauh mana konsistensi Serdadu Tridatu mampu bertahan di tengah tekanan atmosfer kandang lawan.

Tinggalkan Balasan