Operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat yang kehilangan kontak di perairan Sulawesi Selatan masih terus berlangsung hingga saat ini. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki telah dikerahkan untuk menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Informasi terbaru yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa serpihan diduga bagian dari pesawat telah ditemukan warga dan kini berada di rumah Kepala Dusun Balocci, kawasan Gunung Bulusaraung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima kabar mengenai hilangnya kontak dengan pesawat tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi SAR yang tersedia langsung diterjunkan ke lapangan secara terpadu, melibatkan personel TNI, Polri, serta berbagai instansi pemerintah terkait. Prioritas utama saat ini adalah menemukan lokasi kejadian secepat mungkin dan memastikan proses pencarian berjalan efektif serta aman bagi seluruh tim yang bertugas.

Kronologi kejadian berawal pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 12.45 WITA, ketika pesawat yang tengah menempuh rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dilaporkan kehilangan kontak. Pesawat tersebut membawa sebanyak 11 orang person on board (POB). Laporan awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar dari MATCS Makassar pada pukul 13.20 WITA. Titik koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian berada di 04°57’08” LS – 119°42’54” BT, sekitar 23 kilometer dari kantor Basarnas Makassar dengan heading 54 derajat Timur Laut.

Tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 13.35 WITA menggunakan truk personel dengan membawa berbagai peralatan pendukung SAR. Estimasi kedatangan tim di lokasi diperkirakan pada pukul 14.35 WITA. Operasi SAR gabungan ini melibatkan banyak unsur, di antaranya Kodam XIV/Hasanuddin, TNI AU, Polri, AirNav, BMKG, pemerintah daerah, serta warga setempat yang turut membantu proses pencarian.

Sejumlah alutsista dikerahkan dalam operasi ini, termasuk dua unit truk personel, satu unit Helikopter Caracal, kendaraan rescue, serta command vehicle. Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan dengan suhu berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius, dan tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang dapat menghambat jalannya operasi.

Arif juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat. Ada warga yang mendengar suara dentuman keras di daerah Leang-Leang, Kabupaten Maros. Sementara itu, warga lain di sekitar Gunung Bulusaraung melaporkan adanya kepulan asap yang terlihat dari arah lereng gunung. Tim SAR yang telah mendekati area tersebut kini tengah memverifikasi kebenaran informasi mengenai keberadaan serpihan pesawat yang disebut-sebut telah dibawa ke Rumah Kepala Dusun Balocci.

Dalam briefing tim SAR gabungan, Inspektur Kodau, Marsma TNI Feri Yunaldi, S.E., M.Han, menambahkan bahwa jika kondisi cuaca mendukung, pencarian akan dilakukan dari ketinggian dengan menyusuri lereng gunung. Ia juga menyampaikan rencana evakuasi yang akan mengarahkan korban ke RS TNI AU Dody Sardjoto apabila proses evakuasi nantinya diperlukan.

Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah tidak menyala-nya Emergency Location Transmitter (ELT), sehingga menyulitkan tim SAR gabungan dalam menentukan titik lokasi yang tepat. Meski demikian, kru helikopter akan tetap melakukan pencarian dari udara di atas lereng Gunung Bulusaraung untuk memperluas jangkauan pemantauan.

Sementara itu, media center untuk publik dan awak media ditempatkan di Kantor Divisi, tepatnya di samping pengendapan taksi Bandara. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi resmi seiring dengan perkembangan situasi di lapangan hingga operasi SAR dinyatakan selesai.