Pesta olahraga antar-daerah terbesar di Sulawesi Selatan, Porprov ke-18, resmi dihelat di Kabupaten Wajo dan Bone pada 7-14 November 2026. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu Timur memasang target ambisius untuk menembus jajaran 10 besar, bahkan berpeluang menembus lima besar jika seluruh potensi dimaksimalkan.
Melalui seleksi Pra Porprov yang digelar sepanjang 2025, kontingen Luwu Timur sukses mengamankan tiket untuk 32 cabang olahraga. Satu cabang tambahan, pickleball, juga akan ambil bagian namun hanya sebagai nomor ekshibisi. Ini menjadi modal berharga bagi tim untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya.
Pada edisi Porprov sebelumnya, kontingen asal Bumi Batara Guru ini hanya mampu mengoleksi sembilan medali emas dan menduduki peringkat ke-15 klasemen akhir. Kini, dengan persiapan yang jauh lebih matang, target dua digit perolehan emas dianggap realistis untuk menembus posisi 10 besar, atau bahkan menggeser dominasi tuan rumah di lima besar.
Herawan Raditya, yang akrab disapa Wawan dan menjabat sebagai Ketua KONI Luwu Timur, menyampaikan langsung target tersebut saat membuka Rapat Kerja tahunan di Aula Wisma Trans, Malili, Sabtu 18 Juli 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga telah melalui tahap persiapan teknis yang paripurna. Yang tersisa hanyalah penguatan mental dan pembinaan psikologis bagi para atlet serta pelatih agar tampil percaya diri di lapangan.
Menjelang keberangkatan, Wawan memastikan seluruh atlet yang berlaga di Porprov Sulsel 2026 akan menerima uang saku sebesar satu juta rupiah per orang. Sementara itu, para pelatih yang mendampingi mendapat jatah dua kali lipat, yakni dua juta rupiah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus suplemen motivasi agar seluruh elemen tim fokus menjalani latihan dan bertanding dengan determinasi tinggi.
Di sela-sela pembukaan rapat kerja tersebut, KONI Lutim juga menyempatkan diri menyerahkan apresiasi berupa hadiah kepada para pemenang sayembara desain kostum dan maskot resmi kontingen. Selain itu, sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional juga menerima uang pembinaan sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras mereka selama ini.
Asisten III Sekretariat Daerah Luwu Timur, Askar, yang hadir mewakili Bupati, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap perjuangan para atlet. Ia berharap seluruh target yang telah dicanangkan dapat tercapai, bahkan jika memungkinkan melampaui proyeksi awal 10 besar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk mewujudkan prestasi gemilang di ajang olahraga empat tahunan tersebut.

Tinggalkan Balasan