Kolomdata.id – Jakarta – Sinetron Ternyata Ini Cinta episode 40 menyuguhkan konflik yang semakin rumit. Roman mulai dilanda kecurigaan setelah tanpa sengaja bertemu Nisa. Dari pertemuan itu, ia mengetahui bahwa Prisil telah berbohong soal kepergiannya. Tanpa banyak pertimbangan, Roman diam-diam membuntuti Prisil hingga tiba di sebuah bengkel milik Rifky.

Di lokasi tersebut, Roman menyaksikan Prisil sedang berbincang serius dengan Rifky. Bahkan, Prisil sempat menggenggam tangan pria itu. Pemandangan tersebut membuat kecurigaan Roman kian membesar. Ia pun memutuskan menyewa jasa detektif untuk mengungkap siapa sebenarnya Rifky dan apa keterkaitannya dengan Prisil.

Sementara itu, Luna menemui Rifky untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia juga memohon agar Saga diberikan kesempatan. Rifky akhirnya melunak. Ia mulai berpikir bahwa Saga mungkin tidak seburuk yang selama ini ia bayangkan.

Saat Luna dan Marco pergi riding berdua, kedekatan mereka semakin terasa. Saga tanpa sengaja menyaksikan kebersamaan itu dari kejauhan. Hatinya terluka melihat Luna tampak begitu gembira bersama Marco. Di sisi lain, Saga menunjukkan sisi baiknya ketika membela Rina dari dua preman yang memalak warung miliknya. Rifky yang semula menganggap Saga hanya pembuat onar mulai melihat kebaikan di balik sikapnya. Pandangannya terhadap Saga pun perlahan berubah.

Kedekatan Luna dan Marco yang terus berkembang membuat Saga tergerak untuk mengambil langkah lebih dulu. Ia mengungkapkan perasaannya kepada Luna dan meminta wanita itu menjadi pacarnya. Luna terkejut dan belum mampu memberikan jawaban. Malam harinya, Luna menceritakan kejadian tersebut kepada Tina dan Vera. Namun, Tina justru meyakinkan Luna bahwa Marco juga mulai memiliki perasaan yang sama kepadanya.

Di sisi lain, Marco akhirnya sampai pada kesadaran bahwa rasa cintanya kepada Luna sungguh nyata. Ia teringat pada ucapan Bima dan bertekad untuk tidak lagi menyimpan perasaannya. Malam itu juga, Marco mendatangi rumah Luna dengan membawa beberapa lembar karton berisi pesan. Ia mengaku selalu merasa nyaman dan bahagia setiap kali bersama Luna. Di bawah langit malam, Marco menggenggam tangan Luna dan melontarkan pertanyaan apakah Azzaluna Kinara bersedia menjadi pacarnya.

Sumber: Okezone