Kolomdata.id – Yogyakarta – Sebanyak 413 siswa SMK 2 Yogyakarta mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (16/9). Mayoritas korban mulai merasakan gejala pada Rabu malam hingga Kamis pagi (17/9). Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suci Rohmadi, menduga gangguan tersebut berkaitan dengan menu olahan MBG yang disajikan.
Dugaan awal mengarah pada olahan ayam gongso yang diduga tidak dimasak hingga matang sempurna. Suci menegaskan bahwa dugaan ini masih bersifat sementara dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Pihaknya saat ini terus melakukan pendataan terhadap siswa, guru, dan karyawan yang terdampak.
Dari data yang dihimpun, sebanyak 413 orang dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, atau diare. Sebagian korban bahkan tidak dapat hadir ke sekolah karena kondisi kesehatannya menurun. Pendataan masih terus berjalan untuk memastikan jumlah pasti korban dan tingkat keparahan gejala yang dialami.
Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah berkoordinasi dengan SPPG untuk menghentikan sementara distribusi MBG pada Kamis dan Jumat. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak ada tambahan korban. Sekolah juga memantau kondisi para siswa yang masih dalam pemulihan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan. Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar masyarakat, khususnya orang tua siswa, memperoleh kepastian informasi. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat program MBG menyasar banyak pelajar di berbagai daerah.
Sumber: JPNN.com

Tinggalkan Balasan