Kolomdata.id – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan ulang tahun Partai Amanat Nasional (PAN) dan menyampaikan pidato yang menyentuh soal arti kesetiaan. Ia mengaku terharu bisa berada di tengah-tengah tokoh yang dinilainya sebagai kawan seperjuangan yang selama ini setia mendampinginya. Menurutnya, suasana tersebut membuatnya sempat sulit merangkai kata saat hendak berbicara di hadapan para hadirin, Jumat (18/9).
Dalam pandangan Prabowo, kawan bisa dibedakan ke dalam beberapa golongan dan klasifikasi. Ada orang yang menemani saat senang, ada pula yang mendekat ketika seseorang sedang berkuasa atau menikmati masa indah. Namun, ada pula jenis kawan yang justru hadir tatkala seseorang tengah menghadapi kesulitan. kepada golongan terakhir inilah ia menyampaikan rasa terima kasihnya, khususnya kepada seluruh kader PAN.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para peserta acara HUT PAN. Ia menekankan bahwa dirinya sangat menghargai kehadiran sosok-sosok yang tetap bertahan pada masa sulit, bukan hanya saat keadaan sedang menguntungkan. Ucapan terima kasih itu ia tujukan langsung kepada PAN sebagai partai yang dinilainya konsisten menjadi kawan dalam berbagai situasi.
Lebih lanjut, Prabowo mengaitkan soal kesetiaan itu dengan pengalamannya selama berkarier di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam ilmu keprajuritan, ketika seorang pemimpin harus menentukan pilihan pasukan atau anak buah, ada banyak aspek yang menjadi pertimbangan, salah satunya kemampuan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa faktor yang paling menentukan pada akhirnya adalah loyalitas.
Prinsip itu, menurut Prabowo, tetap relevan hingga kini ketika ia menjalankan tugas sebagai kepala negara. Memilih orang-orang yang tepat untuk berada di sisinya tidak cukup hanya berdasar pada kecakapan semata. Kesetiaan menjadi ukuran utama yang ia pegang, sebagaimana yang diajarkan dalam dunia militer tempatnya dibesarkan.
Peringatan ulang tahun PAN tersebut menjadi ajang bagi Prabowo untuk merefleksikan pentingnya hubungan yang dilandasi kepercayaan. Ia menilai bahwa dukungan yang tulus pada masa-masa berat memiliki nilai jauh lebih tinggi dibandingkan kedekatan yang muncul hanya karena posisi atau kekuasaan. Pesan itu ia sampaikan tanpa menyebut pihak tertentu secara spesifik, namun cukup jelas menggambarkan penghargaannya terhadap mereka yang setia.
Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan