KolomData.id – Barcelona – Penyerang Barcelona, Raphinha, menunjukkan performa luar biasa pada awal musim La Liga 2026/2027. Statistiknya bahkan mengingatkan pada pencapaian Lionel Messi di klub yang sama. Puncaknya terjadi saat Raphinha mencetak hat-trick ketika Barcelona menang besar atas Racing Santander. Tiga gol itu membuat koleksinya di La Liga musim ini mencapai sembilan gol hanya dari enam pertandingan pembuka. Sepak bola Spanyol mengenal La Liga sebagai kompetisi kasta tertinggi yang mempertemukan klub-klub terbaik negeri itu sepanjang musim, sehingga catatan sembilan gol dalam enam laga pembuka menjadi ukuran yang jarang dicapai pemain mana pun, termasuk mereka yang berposisi sebagai ujung tombak murni.

Tambahan tiga gol ke gawang Racing Santander itu sekaligus menegaskan posisi Raphinha sebagai salah satu penyumbang gol utama Barcelona pada fase awal kompetisi. Jika dirinci, sembilan golnya di La Liga lahir dari enam pertandingan pembuka, artinya rata-rata ia mencetak lebih dari satu gol per laga. Ketajaman itu tidak hanya terhenti di kompetisi domestik. Secara keseluruhan, winger asal Brasil tersebut telah mengumpulkan 11 gol di semua kompetisi, angka yang memperlihatkan bahwa produktivitasnya berjalan di dua jalur sekaligus, yaitu La Liga dan kompetisi lain yang diikuti Barcelona pada musim ini.

Catatan tersebut menempatkan nama Raphinha dalam deretan pemain dengan start paling produktif yang pernah dimiliki Barcelona pada era modern. Perbandingan dengan rekor awal musim Messi memang mencuat, sebab Messi adalah sosok yang identik dengan torehan gol besar bagi Barcelona, dan menyamai start terbaiknya di La Liga berarti Raphinha tengah berada di level yang tidak biasa bagi seorang penyerang sayap. Posisi penyerang sayap umumnya dituntut lebih banyak membuka ruang dan memberi umpan, bukan semata-mata mencetak gol, sehingga jumlah gol yang ia kumpulkan menambah bobot pencapaian itu.

Konsistensi Raphinha dinilai turut menjaga Barcelona tetap kokoh di puncak klasemen. Perannya sebagai penyerang sayap yang rajin menusuk ke kotak penalti menjadi salah satu kunci produktivitas tim di awal kompetisi. Dari sisi permainan, kebiasaan masuk ke kotak penalti itu membuat Barcelona punya opsi tambahan selain penyerang tengah, sehingga tim tetap berbahaya meski lawan berusaha menutup jalur utama. Produktivitas Raphinha dan posisi Barcelona di puncak klasemen menjadi dua hal yang saling terkait: gol-golnya membantu tim meraih hasil positif, dan hasil positif itu pula yang menempatkan Barcelona di atas pesaing-pesaingnya.

Meski begitu, Raphinha menegaskan fokusnya adalah membantu tim mempertahankan momentum, bukan mengejar catatan individu, terlebih kompetisi masih panjang. Pernyataan itu menunjukkan ia menyadari bahwa start cepat tidak otomatis menentukan hasil akhir musim. La Liga berjalan melalui banyak pertandingan, sehingga menjaga momentum yang sudah dibangun sejak awal menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan, bukan sekadar dinikmati.

Perbandingan dengan rekor awal musim Messi akan terus mengiringi penampilan Raphinha, terutama jika ia kembali mencetak gol di laga-laga berikutnya. Namun dari sisi tim, yang paling penting adalah bagaimana Barcelona memanfaatkan start kuat ini untuk tetap bersaing di jalur juara. Catatan sembilan gol dalam enam laga dan 11 gol di semua kompetisi menjadi modal awal yang membuat Barcelona berada di posisi yang menguntungkan, dengan kompetisi yang masih menyisakan perjalanan panjang untuk dijalani.

Sumber: Harian Fajar