Kolomdata.id — Kapuas Hulu – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperketat pengawasan pelayanan di SPBU Apung 66.787.002 Jongkong Pasar, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Langkah itu diambil setelah keributan antarkonsumen di lokasi tersebut pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Insiden bermula ketika seorang konsumen diduga masuk mendahului antrean konsumen lain yang sedang menunggu giliran pengisian bahan bakar. Petugas SPBU bergerak menenangkan pihak-pihak yang terlibat dan mengatur kembali urutan pelayanan. Situasi berhasil dikendalikan tak lama setelah kejadian sehingga pengisian BBM kembali berjalan tertib. Keterangan itu disampaikan pengelola SPBU setempat yang menyebut layanan tidak sampai terhenti lama dan pengisian bahan bakar bisa dilanjutkan pada hari yang sama.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menyatakan setiap konsumen berhak memperoleh pelayanan yang aman dan sesuai urutannya. Menurut dia, pengawasan di SPBU diperkuat agar petugas dapat lebih cepat mencegah kesalahpahaman antarpengguna sekaligus membantu konsumen yang menghadapi kendala saat pengisian.
Keributan itu terjadi di tengah keluhan warga Kalimantan Barat soal langkanya bahan bakar minyak bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU. Sebagian pelaku usaha menilai kebijakan efisiensi turut memengaruhi kelancaran penyaluran BBM bersubsidi di wilayah tersebut. Kelangkaan yang berkepanjangan membuat sebagian warga memilih mengantre lebih awal, termasuk di SPBU apung yang melayani kawasan pedalaman.
Pertamina Patra Niaga menyatakan terus mengupayakan kelancaran pasokan ke Kapuas Hulu dengan berkoordinasi bersama Integrated Terminal Pontianak. Pengiriman dioptimalkan memakai mobil tangki ke sejumlah lembaga penyalur, termasuk pengiriman Pertalite untuk SPBU Apung 66.787.002 pada Sabtu (26/9/2026). SPBU apung sendiri menjadi andalan di daerah yang akses jalur daratnya terbatas dan bergantung pada transportasi sungai.
Jongkong Pasar di Kecamatan Semitau berada di bagian hulu Sungai Kapuas, salah satu wilayah Kalimantan Barat yang jarak tempuh daratnya panjang sehingga distribusi logistik banyak mengandalkan angkutan sungai. Pemerintah menyalurkan BBM bersubsidi jenis Pertalite lewat skema penyaluran yang diawasi ketat agar tepat sasaran, dengan SPBU apung sebagai salah satu titik layanan bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kabupaten. Pertamina meminta pengelola SPBU lebih aktif mengawasi serta mengarahkan konsumen sejak memasuki area pelayanan, sekaligus mengapresiasi warga yang menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas saat mengisi bahan bakar.
Informasi maupun pengaduan soal produk dan layanan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 yang beroperasi 24 jam. Perusahaan memastikan akan terus memantau proses pengiriman dan pelayanan BBM di Kapuas Hulu demi menjaga kelancaran distribusi. Bagi warga Semitau dan sekitarnya, tertibnya antrean di SPBU apung menjadi penentu utama agar kebutuhan bahan bakar harian tidak terganggu, terutama pada masa kemarau ketika pasokan lewat jalur sungai lebih rentan.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan