Kolomdata.id — Makassar – Gelandang PSM Makassar, Navarone Foor, mengaku bangga bisa berkarier di Indonesia, negara asal leluhurnya. Setelah menjalani tiga laga bersama Pasukan Ramang, pemain berdarah Toraja itu mengungkap target yang ingin diraih bersama klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut pada musim kompetisi kali ini.
Navarone Chesney Kai Foor merupakan gelandang berusia 34 tahun yang lahir dan besar di Belanda. Ia pernah memperkuat Timnas Belanda U-21 sebelum melanjutkan karier di sejumlah klub. PSM Makassar merekrutnya sebagai amunisi asing untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 yang baru berjalan beberapa pekan.
Sebagai pengatur serangan, Foor dikenal memiliki visi bermain dan kemampuan mengumpan yang baik. Pengalaman bermain di liga luar negeri menjadi nilai tambah bagi skuad PSM yang memadukan pemain lokal, talenta muda, dan legiun asing. Kehadirannya diharapkan memperkuat lini tengah sekaligus memperbesar peluang tim meraih hasil positif.
Sejak bergabung, Foor langsung menjadi bagian penting di lini tengah Juku Eja. Dari tiga pertandingan, ia telah membukukan dua assist. Salah satu umpan berujung gol ia catatkan ketika PSM bermain imbang 3-3 melawan Arema FC pada pekan kedua Super League di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Minggu, 13 September 2026.
Kehadiran Foor menambah kedalaman lini tengah Pasukan Ramang yang musim ini ditangani pelatih Darije Kalezic. PSM Makassar sendiri merupakan salah satu klub besar di Sulawesi Selatan dengan basis pendukung luas. Julukan Pasukan Ramang dan Juku Eja melekat pada klub yang bermarkas di Kota Makassar itu.
Ikatan Foor dengan Indonesia bukan hal baru. Neneknya berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan, sehingga ia memiliki kedekatan emosional dengan tanah leluhur. Kedekatan itulah yang membuatnya menantikan kesempatan berkarier di Tanah Air sebelum akhirnya bergabung bersama PSM.
Bagi PSM, kehadiran pemain berpengalaman seperti Foor menjadi modal untuk bersaing di Super League. Sementara bagi Foor, kesempatan membela klub Sulawesi Selatan menjadi cara mewujudkan keterikatannya dengan Indonesia sekaligus menargetkan prestasi bersama Pasukan Ramang.
Kehadiran pemain berdarah Indonesia di sepak bola luar negeri memang lama menjadi perhatian publik, terutama ketika sang pemain menyatakan keinginan memperkuat Tanah Air. Foor termasuk pemain keturunan yang kerap dikaitkan dengan peluang membela Indonesia, dan kepindahannya ke PSM menghidupkan kembali harapan tersebut di kalangan pendukung.
Di PSM, Foor bergabung dengan skuad yang menargetkan hasil lebih baik pada kompetisi musim ini. Adaptasi pemain asing biasanya memerlukan waktu, sehingga kontribusi awal berupa assist menjadi indikasi positif bagi tim pelatih. Diharapkan kerja samanya dengan para pemain lain terus matang seiring berjalannya pertandingan.
Dukungan pendukung PSM menjadi energi tambahan bagi pemain keturunan ini. Ia berharap dapat membalas kepercayaan klub dengan penampilan yang konsisten sepanjang musim. Bagi publik sepak bola Sulawesi Selatan, kehadiran Foor menambah warna pada kompetisi dan menjadi cerita tersendiri tentang pemain yang pulang ke tanah leluhur.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan