KolomData.id – Makassar – Pengusaha nasional sekaligus pendiri Bosowa, Aksa Mahmud, memperkenalkan Haji Badris Salam (HBS) sebagai calon Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan yang dinilai paling kuat menjelang Musyawarah Daerah. Dukungan itu disampaikan Aksa saat kegiatan nonton bareng PSM Makassar di Graha Pena, Makassar, Minggu (13/9/2026). Aksa hadir bersama Badris Salam dan langsung menyatakan dukungannya terhadap langkah kandidat tersebut maju pada kontestasi ketua DPD REI Sulsel periode 2026-2029.

Perkenalan itu menandai dukungan terbuka seorang tokoh senior kepada Badris Salam. Aksa Mahmud dikenal sebagai pengusaha nasional dan pendiri Bosowa, sementara Badris Salam merupakan mantan mandor proyek Bosowa. Kedekatan keduanya menjadi latar mengapa dukungan tersebut dinilai memberi bobot tersendiri bagi pencalonan Badris di lingkaran REI Sulsel.

Sebelumnya, Badris Salam telah mendeklarasikan kesiapannya bertarung lewat agenda “HBS for REI Sulsel 2026” di Phinisi 1 Ballroom Hotel Claro Makassar, Rabu (9/9/2026). Deklarasi itu menjadi penanda resmi bahwa ia mencalonkan diri sebagai ketua DPD REI Sulsel. Dukungan Aksa Mahmud yang menyusul beberapa hari kemudian melengkapi barisan tokoh senior yang berada di belakang pencalonan Badris.

Dalam penjajakan dukungan, Badris mengusung tiga gagasan utama, yakni penguatan soliditas organisasi, percepatan perizinan, serta dukungan terhadap program pembangunan 3 juta rumah. Gagasan itu disosialisasikan ke sejumlah kelompok pengembang di daerah. Ketiga isu tersebut menyentuh langsung persoalan yang dihadapi para pengembang, mulai dari koordinasi antaranggota hingga proses perizinan yang kerap menjadi hambatan di lapangan.

Dukungan juga mengalir dari sejumlah korwil dan pengembang REI, termasuk Korwil REI Bosowa serta pengembang REI di wilayah Ajatappareng. Masuknya dukungan dari korwil dan pengembang di sejumlah wilayah menunjukkan basis dukungan Badris tidak terbatas pada lingkaran Bosowa saja, melainkan mulai menyebar ke kelompok pengembang di daerah. Hal ini memperkuat posisi Badris sebagai kandidat yang diperhitungkan menjelang Musda.

Pemilihan ketua DPD REI Sulsel sendiri akan ditentukan melalui mekanisme Musda sesuai aturan organisasi. Artinya, dukungan tokoh dan korwil tetap harus melewati tahapan organisasi sebelum hasilnya ditetapkan. Musda menjadi forum resmi tempat para anggota REI Sulsel menentukan arah kepemimpinan periode berikutnya.

Dengan dukungan Aksa Mahmud dan sejumlah korwil, pencalonan Badris Salam memasuki fase penjajakan dukungan yang lebih luas. Dinamika menuju Musda akan ditentukan oleh seberapa jauh gagasan penguatan soliditas organisasi, percepatan perizinan, dan dukungan program pembangunan 3 juta rumah diterima kalangan pengembang di Sulawesi Selatan. Sumber: Harian Fajar.

Sumber: Harian Fajar