
KolomData.id – Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mencatatkan kinerja tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian itu tidak datang sekali, melainkan terangkum dalam dua penilaian berbeda, yakni pada 2025 dan 2026. Hasil penilaian tersebut bersumber dari Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia pada September 2026.
Dalam penilaian terbaru itu, Amran memperoleh skor tertinggi di antara para pembantu presiden. Posisi puncak yang ia tempati menegaskan bahwa hasil tersebut bukan capaian sesaat, melainkan berulang dalam dua periode penilaian yang berbeda. Pendiri sekaligus peneliti senior IndexPolitica menegaskan bahwa penilaian tersebut mengukur kinerja, bukan popularitas. Penegasan itu penting agar publik tidak mencampuradukkan hasil assessment dengan tingkat keterkenalan seorang menteri di ruang publik.
Aspek yang dinilai dalam Government Performance Assessment mencakup capaian nyata program di masing-masing kementerian, termasuk keberhasilan di sektor pangan. Dari situ, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Amran dinilai mencatatkan pencapaian signifikan. Pencapaian itu terutama terlihat pada program swasembada pangan dan penguatan produksi pertanian nasional. Kedua hal tersebut menjadi penanda bahwa kerja kementerian diukur dari hasil yang bisa dilihat, bukan dari seberapa sering nama menteri muncul di pemberitaan.
Bagi Amran yang merupakan putra Sulawesi Selatan, penghargaan ini sekaligus menegaskan konsistensinya dalam mengelola sektor pertanian. Konsistensi itu terlihat baik pada periode pertama maupun periode keduanya sebagai menteri di era pemerintahan saat ini. Artinya, penilaian pada 2025 dan 2026 bukan dua peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan rangkaian yang memperlihatkan kesinambungan kerja di sektor yang sama.
Sektor pangan sendiri memiliki posisi strategis karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, keberhasilan program swasembada pangan dan penguatan produksi pertanian nasional menjadi sorotan tersendiri dalam assessment tersebut. IndexPolitica menempatkan capaian di sektor pangan sebagai bagian dari aspek yang dinilai, sehingga hasil di bidang itu turut menentukan posisi Amran di antara para menteri lain.
Dengan hasil ini, Amran menjadi satu-satunya menteri yang disebut meraih kinerja tertinggi secara beruntun dalam dua penilaian berbeda. Government Performance Assessment yang dirilis September 2026 menutup rangkaian penilaian tersebut dan menegaskan kembali posisinya. Bagi publik, hasil ini menjadi bahan untuk menilai sejauh mana program kementerian berdampak, terlepas dari sorotan popularitas yang sering menyertai nama seorang pejabat.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan