Kolomdata.id – Bawaslu Sulsel menggelar rapat penyamaan persepsi perencanaan program, Divisi Pencegahan dan Parmas.
Ini langkah awal mereka dalam menyusun arah kebijakan, dalam menghadapi tantangan kepemiluan ke depan.
Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma menyampaikan, awal tahun merupakan momen untuk memperkuat semangat dan kinerja seluruh jajaran.
“Ini masih suasana tahun baru, jadi saya harap semangat kita semakin meningkat. Tahun ini juga banyak tantangan yang kita hadapi, baik anggaran maupun isu terkait kembalinya Pilkada ke DPRD,” terangnya, Kamis (08/011/2025).
Ini dianggap sebagai tantangan, karena akan ada perubahan Undang-Undang Pemilu, yang saat ini dalam tahap penyusunan.
“Kita harus mampu menjawab tantangan-tantangan Pemilu ke depan, dengan integritas dan menghadirkan berbagai kegiatan menarik,” sambungnya.
Anggota Bawaslu Sulsel lainnya, Saiful Jihad, menekankan bahwa tahun 2026 akan dihadapkan pada berbagai tantangan strategis, khususnya keterbatasan anggaran dan dinamika regulasi.
“Tahun ini banyak tantangan yang perlu kita jawab, Pilkada ke DPR, keterbatasan alokasi dan kejelasan pagu anggaran. ini bisa kita jawab melalui agenda non-budgeter,” ucapnya.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyelaraskan ide-ide kreatif mereka. Program tahun 2025 yang masih relevan dilanjutkan, dan pada 2026 aktivitas pencegahan tetap harus berjalan.
“Seperti pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), agar sesuai dengan prosedur,” jelasnya.
Saiful menekankan pentingnya dokumentasi dan penguatan kehumasan dalam mendukung citra kelembagaan.
“Seluruh kegiatan didokumentasikan dengan baik dan seluruh jajaran dapat mengapresiasi kerja-kerja kehumasan. kita harus membangun citra Bawaslu di masyarakat mulai dari kita sendiri, karena kerja kehumasan tidak mudah,” tambahnya.
Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli mengingatkan seluruh jajaran, agar menjaga semangat kebawasluan di manapun berada.
“Di mana pun kita berada, semangat kebawasluan harus selalu ada dalam diri kita. Saya minta seluruh jajaran memperhatikan penguatan kelembagaan, mempelajari Renstra dan program kerja, serta membangun jejaring dengan pejabat berwenang di daerah masing-masing,” tegasnya.
Mardiana berkomitmen Bawaslu Sulsel akan terus melanjutkan program edukasi masyarakat melalui Bawaslu Mengajar.
“Program ini dapat menyasar sekolah, kampus, atau komunitas. Sebelumnya telah kita melaksanakan di Parepare dan akan kita duplikasi ke daerah lain, sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat,” pungkasnya. (*)











