Pesta rakyat yang digelar di Luwu Timur ternyata menyimpan potensi besar yang bisa diangkat ke level nasional. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu Timur periode 2023-2027, Herawan, menemukan keterkaitan erat antara gelaran tersebut dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dari perhelatan itu, ia mendapat inspirasi untuk menyusun program yang layak masuk ke dalam daftar DBON.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON telah diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 September 2021, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38. Regulasi ini menjadi payung hukum bagi pengembangan olahraga di tanah air. Adapun pelaksanaannya direncanakan berlangsung dalam lima tahapan hingga tahun 2045, dengan target-target terukur di setiap fase.

Herawan, yang akrab disapa Wawan, mengungkapkan ketertarikannya setelah menyaksikan langsung jalannya pesta rakyat di Luwu Timur. Ia kemudian mempelajari secara mendalam isi DBON dan menemukan bahwa kegiatan tersebut memang masuk dalam kategori yang diatur regulasi itu. Pernyataan ini ia sampaikan di sela-sela Musorkablub KONI Lutim yang berlangsung di Aula Rujab Bupati pada Minggu, 15 Juni 2025.

Alumnus Fakultas Olahraga Universitas Negeri Makassar (UNM) ini merinci bahwa DBON mencakup tiga aspek utama, yakni sport tourism, olahraga kemasyarakatan, dan olahraga prestasi. Ketiga unsur tersebut, menurutnya, seluruhnya tampak dalam gelaran pesta rakyat yang baru saja usai. Ia mencontohkan lomba perahu hias, balap perahu, dan balap perahu bala-bala di Sungai Malili yang merepresentasikan perpaduan olahraga dengan pariwisata, sekaligus termasuk dalam kategori olahraga kemasyarakatan. Sementara itu, road race yang turut digelar masuk dalam cabang olahraga prestasi.

Wawan berencana merangkum seluruh potensi tersebut dan membawa dokumennya ke kementerian terkait. Ia akan mengajukan agenda tahunan ini untuk dimasukkan ke dalam program DBON, baik melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Olahraga. Ia menegaskan bahwa target utamanya bukanlah bantuan anggaran dari pemerintah pusat, melainkan sekadar tercatat dalam daftar DBON. Kendati demikian, ia tak menampik bahwa jika ada bantuan dana yang mengalir, itu akan menjadi bonus yang sangat disyukuri.

Keberadaan DBON sendiri dimaksudkan untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat serta mendorong perekonomian nasional berbasis kegiatan olahraga. Regulasi ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga Indonesia dan langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara yang disegani di kancah olahraga dunia. Dalam konteks lokal, program ini menjadi salah satu prioritas KONI Lutim di bawah kepemimpinan Herawan.

Selain fokus pada masuknya agenda pesta rakyat ke dalam DBON, kepengurusan KONI Lutim yang dipimpinnya juga memiliki target ambisius lain. Mereka menargetkan perolehan minimal sepuluh medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan tahun 2026. Target ini menjadi komitmen nyata untuk memajukan prestasi olahraga di daerah tersebut.