Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

BKK Rp 1 Miliar Tak Dicairkan, Program 1 Desa 1 Tahfidz Terhenti


					Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam Perbesar

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam

Kolomdata.id — Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Luwu Timur tak kunjung dicairkan. Program 1 Desa 1 Tahfidz terhenti.

 

Mandegnya pencairan dana BKK Rp 1 miliar satu desa, ada beberapa faktor. Salah satunya, perubahan Perbup (Peraturan Bupati) belum tuntas.

 

Para kepala desa sudah cemas. Apalagi, BKK dalam APBDes sudah diminta dihilangkan. “Iya betul (sudah dihilangkan BKK dalam APBDes, red). Sudah asistensi,” kata salah seorang kepala desa yang namanya minta tidak disebutkan kepada kolomdata.id, Kamis, (26/06/25).

 

Hasil asistensi ini bebernya, menunjukkan fakta, jika tak ada dana BKK lagi ke desa tahun ini. “Sudah hampir betul, jika tahun ini hanya ada 33 desa yang dapat BKK,” ungkapnya.

 

33 desa ini akan jadi contoh program BKK Rp 2 miliar setiap desa tahun ini, 2025. Tahun depan 2026, barulah semua desa akan diberikan bantuan Rp 2 miliar per desa.

 

“Program 1 Desa 1 Tahfidz terpaksa dihentikan. Karena setiap bulan, kita berikan Rp 1 juta dari dana BKK. Dan ini sudah mandatori,” ungkap kades yang namanya minta tak disebutkan itu.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Halsen membantah isu ini. Menurutnya, belum ada kepastian BKK Rp 1 miliar satu desa tak diberikan tahun ini.

 

“Bukan dihilangkan. Cuma karena perubahan Perbupnya BKK belum selesai,” kata Halsen melalui pesan WhatsApp.

 

Halsen mengaku, jika masih ada potensi setiap desa dapat Rp 1 miliar satu desa tahun ini. Disisi lain, 33 desa lainnya, masing-masing dapat Rp 2 miliar. (*)

 

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News